perintah dasar linux

Apakah LINUX?

Linux, sebuah kata yang makin hari makin populer di dunia komputer tetapi masih sangat asing di telinga banyak orang. Kalimat “Linux adalah salah satu sistem operasi komputer” bukanlah merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat awam. Artikel ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai Linux.

Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara manusia dan komputer serta memungkinkan aplikasi untuk berjalan di komputer. Untuk lebih mudahnya dapat dikatakan bahwa: Windows™ adalah salah satu sistem operasi sehingga Linux adalah merupakan pilihan dan alternatif lain bagi yang menginginkan sistem operasi selain Windows™.

Sejarah Linux

Linux dikembangkan oleh sejumlah pemrogram terbaik diseluruh dunia mencakup profesor, mahasiswa ilmu komputer, adminstrator sistem komputer sampai perusahaan besar. Inti dari Linux itu sendiri adalah KERNEL yang dikembangkan pada tahun 1991 oleh seorang Finlandia bernama Linus Torvalds. Pada tahun 1991 itulah Linus mengumumkan tentang Linux di newsgroup dan sejak tahun itu jugalah orang-orang yang tertarik untuk mengembangkan Linux di seluruh dunia mulai memulai proyek pengembangan Linux.

Mengapa orang tertarik untuk mengembangkan dan menggunakan Linux? Jawabannya sederhana: Linux dapat diperoleh dengan tanpa atau sedikit biaya, merupakan perangkat lunak open-source dan terbukti dapat diandalkan. Linux dilisensi dengan GNU Public Licence (GPL) yang mengharuskan source code atau ‘cara membuat/ memprogramnya’ dilepaskan untuk umum. Hal ini membuat Linux dapat didistribusikan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan selama cara modifikasinya pun dilepaskan untuk umum.

Kelebihan Linux

Sebuah paket distribusi Linux mempunyai banyak aplikasi dan dapat diperoleh dengan harga murah bahkan dapat diduplikat dan masih tetap legal . Mengambil contoh distribusi RedHat 5.2 dapat diperoleh dengan harga resmi $49.95 atau versi GPL-nya di Indonesia dengan harga Rp. 30.000 – Rp. 50.000 tergantung penjualnya. Aplikasinya antara lain adalah utilitas untuk bahasa program populer seperti C, C++, Pascal dan lainnya, tampilan grafis (GUI) dengan X windows dan beberapa window manager, perangkat server seperti Apache web server, wu-ftp ftp server, sendmail mail server dan lainnya, Netscape Communicator, perangkat image processing dan lain-lain.

Dengan sebuah CD distribusi kita bahkan dapat membuat servis internet atau intranet tergantung kebutuhan kita karena hampir semua aplikasi jaringan ada dalam Linux termasuk TCP/IP bahkan Appletalk, Ethernet, Novell IPX sampai jaringan radio paket. Untuk jaringan berbasis Windows™, Linux pun menyediakan fasilitas Samba untuk menghubungkan dan mengemulasikan servis-servis Windows™. Sekedar tambahan Linux didesain dari awal sebagai sebuah sistem operasi yang stabil. Oleh karena itu jarang sekali Linux mengalami kondisi crash dan apabila itu terjadi maka penyebab utamanya adalah aplikasi yang berjalan di Linux atau perangkat keras yang rusak. Kestabilan Linux sudah teruji dan pengukuran masa hidupnya didasari oleh minggu atau bulan dan bukan lagi jam atau hari. Kemungkinan untuk kebocoran memori atau “Press OK to crash” hampir tidak ditemui ketika mengoperasikan Linux.

Kekurangan Linux

Citra yang telah beredar adalah hingga saat ini Linux masih belum terlalu sempurna untuk pengguna biasa dengan pola “memakai saja, kalau ada masalah, sekecil apapun, hubungi bagian dukungan teknis” yang sayang sekali sangat mendominasi penggunaan komputer pada umumnya.

Menggunakan Linux membutuhkan waktu, usaha dan pikiran yang lebih dari sekedar menggunakan komputer. Tetapi hal diatas telah berubah dengan cepat karena sudah banyak usaha untuk mempermudah penggunaan Linux seperti yang dikembangkan oleh KDE dengan tampilan ‘ala Windows-nya, GNOME yang memungkinkan tampilan GUI Linux yang indah dan dapat diubah sesuai kehendak penggunanya. Salah satu citra lain dari Linux adalah minimnya dukungan teknis yang baik serta terpercaya. Ini adalah citra masa lalu dan tetap menghantui perkembangan Linux. Dengan semakin diterimanya Linux di kalangan pengembang komputer maka semakin banyak pula perusahaan ataupun jasa-jasa dukungan teknis untuk Linux.

Kuatnya mitos “Makin mahal harganya makin bagus produknya” sangat memojokkan Linux sebagai sebuah sistem operasi yang murah (dari segi harga) dan dapat diandalkan. Tetapi dengan terjunnya perusahaan perangkat lunak dan keras terkenal seperti Netscape, Oracle, Informix bahkan Intel dalam pengembangan Linux dan aplikasinya maka dapat dipastikan dalam waktu dekat Linux dapat menduduki posisi yang sangat diperhitungkan untuk diinvestasikan dan digunakan sebagai tulang punggung perusahaan.

Rangkuman

Secara singkat Linux merupakan salah satu jalan di masa depan. Linux adalah sebuah sistem operasi yang handal, dapat dipercaya dan efisien untuk digunakan baik oleh individu maupun perusahaan. Dengan sedikit menukar pola pikir “membeli” menjadi “mengembangkan” maka Linux adalah sebuah alternatif yang sangat berharga bagi waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk memahaminya.

Setting Jaringan di Linux


Menyambung artikel tentang perintah dasar pada Linux, maka penulis akan menjelaskan lebih lanjut tentang setting jaringan di Linux yang mungkin berguna bagi mereka yang baru belajar tentang Linux.
Linux mempunyai keunggulan di bidang jaringan, karena selain bisa menjadi client juga bisa menjadi server pada saat yang bersamaan. Hal ini sangat membantu, terutama bagi para programmer dan webmaster yang membutuhkan penggunaan server. Terutama bagi mereka yang menggunakan apache, cgi dan php.

Selain itu Linux juga memiliki kelebihan untuk bisa berhubungan dengan sistem operasi lainny, seperti: Windows 9.x, Windows ME, Windows 2000, Windows XP, Mac OS, Amiga, Atari, Sun, dan keluarga Unix lainnya.

Segala kelebihan tersebut di atas tentunya akan sia-sia jika kita tidak bisa menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan komputer lainnya. Untuk itu, penulis mencoba memberikan sedikit tips untuk menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan komputer lainnya.

Dalam artikel ini, penulis membahas setting jaringan dengan metoda konvensional, dengan alasan:

  • Setting jaringan pada setiap distribusi berbeda antara satu dan lainnya.
  • Agar kita tidak menjadi manja dan menjadi bodoh dengan setting konfigurasi yang serba otomatis, sebagaimana sistem operasi lain :).
  • Capek nulisnya :)).
  • Pada saat menulis artikel ini, penulis menggunakan SuSE Linux 7.0, jadi jika ternyata ada perbedaan nama directory mohon dimaklumi. Karena aku tidak bisa hidup tanpa SuSE :)).
  • Penulisan ini berdasarkan pengalaman penulis sendiri, dari mulai tidak bisa menjadi tidak tahu. Untuk itu bila ada kekurangan harap maklum, karena diperuntukkan bagi mereka yang masih pemula :).

Jaringan Multiplatform

Gambar 1. Jaringan Multiplatform

Article

Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?

UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.

Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi Multics ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics karena sistem operasi Multics ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya Multics banyak terdapat bugs dan sulit sekali dioperasikan.

Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan Multics. Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari Multics bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.

Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:

1. Multilevel Filesystem

2. Multiuser dan Multiprosesor

3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware

4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus

5. Memiliki user interface yang sederhana

6. Cocok untuk lingkungan pemrograman

7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan

Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.

Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.

Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.

Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (networking), UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.

Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd

Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..

Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.

Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.

Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.

Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.

PERINTAH DASAR LINUX
Wah kalo udeh masuk ke halaman ini berarti udeh sukses menginstal yach….hebat dong,
nah untuk pertama kali barangkali kita harus menyiapkan user baru dulu nich, selain root, karena apa, kalo kita baru pertama kali pegang barang baru biasanya kita selalu experimen kiri-kanan, dan ini berbahaya apa lagi anda lagi login sebagai root, nah biar aman kita main yang sebagai pengguna biasa-biasa saja nah untuk itu kita harus mempersiapkan user login lain selain root. kita ambil contoh user andi caranya gini nih :, karena yang bisa mempersiapkan/membuat hanyalah root makanya anda harus login dulu sebagai root

Sebelumnya untuk diketahui bahwa dalam unix, perintah atau command adalah case sensitiv, yang berarti harus di perhatikan penggunaan huruf besar dan kecilnya.

Pertama kali booting linux temen-temen disuguhi selamat datang dan berakhir pada text prompt seperti ini :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :

Nah pada prompt ini masukkan nama root, dan passwordnya ini anda masih ingat khan waktu instalasi pertama kali .

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root

setelah itu melangkah ke password

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root
Password: ******* isikan passwordnya

jika anda menemukan prompt seperti ini :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login :root
Password: *******
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1
[root@localhost /root] #

berarti ente udeh berhasil login sebagi root
nah pada tanda # itu menandakan anda login sebagai root dan berkuasa penuh terhadap sistem, pada saat ini anda telah siap untuk menambah user baru dengan perintah adduser ,sebagai beikut ; misalnya namanya andi

[root@localhost /roo]t # adduser andi

setelah itu tambahkan password buat andi dengan perintah passwd

[root@localhost /root] # passwd andi

setelah itu akan muncul tulisan seperti berikut untuk mengisi password dan konfirmasi password
root@localhost root # passwd andi
New Unix Password : ******* , isikan password disini
Retype new unix password : ********, ini isikan sama dengan yang diatas

kemudian kalo muncul :

passwd: all authentification tokens updated succesfully

Berarti anda udeh sukses membuat user dan password baru buat user andi.

sekarang keluar dari root dengan cara menuliskan logout atau Ctrl -D (tekan tombol Ctrl lalu D)

[root@localhost /root] # logout

catatan : cara mematikan mesin linux harus dilakukan dengan login root , lakukan perintah ini untuk mematikan linux
[root@localhost /root] # shutdown -h now
ini adalah cara paling aman untuk mematikan komputer lewat linux, parameter -h adalah mematikan program linux atau shutdown dalam istilah windows
[root@localhost /root] # shutdown -r now adalah parameter untuk merestart komputer

kita lanjutkan , dan tampilan akan seperti ini dibawah ini sama seperti yang diatas :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login : andi
Password: *******, isikan passwordnya andi

anda akan melangkah ke :

Redhat Linux release 6.0 (hedwig)
Kernel 2.2.5-15 on an i586
localhost login : andi
Password: *******
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1
[andi@localhost andi] $

Selamat anda telah berhasil memakai user baru. dan anda bisa mulai belajar dengan aman dan lihat bash prompt anda berubah menjadi tanda $. yang berarti anda login sebagai user biasa.

Sekarang kita belajar Perintah dasar yang sering digunakan oleh user :

BEBERAPA PERINTAH DASAR

– ls (list) adalah perintah untuk melihat file ataupun direktory, ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake
perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ ls -la
ini adalah melihat seluruh isi file yang ada dalam direktory andi
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk ls dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man ls

– cp (copy) adalah perintah untuk mencopy/menggandakan file ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake
perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cp namafile namafilebaru
ini adalah melihat mencopy file namafile dan dijadikan namafilebaru yang ada dalam direktory andi
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cp dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cp

– rm (remove) adalah perintah untuk menghapus file , ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah
man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rm namafile
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rm dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man rm

– mv (move) adalah perintah untuk memindahkan file dari tempat lama ke tempat yang baru ,ada beberpa option
didalamnya bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ mv /home/andi/direktory001/namafile /home/andi/direktor002/namafile
ini adalah memindahakan namafile di direktory /home/andi/direktory001/ ke directory
/home/andi/direktor002/
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mv dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man mv

– pwd (parrent working directory) adalah perintah untuk menghapus melihat directory dimana kita berada saat ini
ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rm namafile
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk pwd dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man pwd
– cd (change directory) adalah perintah untuk berpindah directory dimana kita berada saat ini ke tempat
atau directory baru, ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cd /mnt atau cd /usr/doc
ini adalah berpindah ke dalam direktory /mnt dan berpindah ke dalam direktory /usr/doc
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cd dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cd

– mkdir (make directory) adalah perintah untuk membuat directory
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ mkdir /home/andi/belajar
ini adalah membuat direktory baru yang diletakkan di direktory /home/andi/ dan dengan nama belajar
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man mkdir

– rmdir (remove directory) adalah perintah untuk menghapus directory
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ rmdir /home/andi/belajar
ini adalah menghapus direktory yang berada di direktory /home/andi/ dengan nama belajar
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rmdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man rmdir

– cat adalah perintah untuk melihat lebih lanjut isi dari sesuatu file (seperty perintah type dalam DOS)
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man
contoh :
[andi@localhost andi] $ cat namafile
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man cat

– man (manual) adalah perintah untuk melihat manual dari suatu command (seperty perintah help/? dalam DOS)
contoh :
[andi@localhost andi] $ man mkdir

– top adalah untuk melihat proses yang sedang terjadi dalam komputer dan akan menampilkan nomor PID dari
masing masing proses yang sedang berjalan
PID = Process ID

– kill membunuh/mematikan proses yang sedang berlangsung dalam sistem
contoh :
[andi@localhost andi] $ kill 1332 (dimana nomor 1332 adalah nomor PID dari sebuah proses)
dapat dilihat nomor PID lewat perintah top
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk kill dengan cara :
[andi@localhost andi] $ man kill

– killall membunuh/mematikan semua proses yang sedang berlangsung dalam sistem
contoh :
[andi@localhost andi] $ killall

segitu dulu dech…….aku udeh pegal nulis,….entar disambung lagi kalo ada hi…hi…hi…, namanya juga belajar !

Dasar-dasar Linux

Linux terinspirasi oleh sistem operasi Unix yang pertama kali muncul pada tahun 1969, dan terus digunakan dan dikembangkan sejak itu. Banyak dari konvensi disain untuk Unix juga ada pada Linux, dan adalah bagian penting untuk memahami dasar-dasar dari sistem Linux.Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: