<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Salvyaherlina's Weblog</title>
	<atom:link href="http://salvyaherlina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salvyaherlina.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 May 2008 13:20:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salvyaherlina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Salvyaherlina's Weblog</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salvyaherlina.wordpress.com/osd.xml" title="Salvyaherlina&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salvyaherlina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>install gentoo</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/09/install-gentoo/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/09/install-gentoo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 13:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[A. Instalasi Gentoo 1. Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux 1.a. Pendahuluan Selamat Datang! Pertama-tama, selamat datang di Gentoo! Anda akan memasuki dunia yang penuh dengan pilihan dan performa. Konsep Gentoo adalah kebebasan memilih. Ketika anda menginstal Gentoo, hal ini akan diperjelas beberapa kali &#8212; anda dapat memilih sejauh mana anda ingin mengkompilasi sistem anda, cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=20&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Instalasi Gentoo<br />
1. Tentang Proses Instalasi Gentoo Linux</p>
<p>1.a. Pendahuluan</p>
<p>Selamat Datang!</p>
<p>Pertama-tama, selamat datang di Gentoo! Anda akan memasuki dunia yang penuh dengan pilihan dan performa. Konsep Gentoo adalah kebebasan memilih. Ketika anda menginstal Gentoo, hal ini akan diperjelas beberapa kali &#8212; anda dapat memilih sejauh mana anda ingin mengkompilasi sistem anda, cara menginstal Gentoo, sistem log apa yang anda inginkan, dll.</p>
<p>Gentoo adalah metadistro modern yang kencang dengan rancangan yang rapi dan fleksibel. Gentoo dibangun dengan software bebas dan tidak akan menyembunyikan apapun yang berada dibalik Gentoo dari para penggunanya. Portage, sistem pengatur paket yang digunakan oleh Gentoo, ditulis dengan Python, yang berarti anda dapat dengan mudah melihat dan memodifikasi source code-nya. Sistem paket Gentoo menggunakan source code (walaupun dukungan terhadap paket-paket prebuilt diikutsertakan juga) dan konfigurasi Gentoo menggunakan file text biasa. Dengan kata lain, keterbukaan ada dimana-mana.</p>
<p>Sangat penting bagi anda untuk mengerti bahwa pilihan adalah apa yang membuat Gentoo berfungsi. Kami mencoba untuk tidak memaksa anda terhadap apapun yang tidak anda sukai. Jika anda merasa kami memaksa anda, silakan buat laporan bug.</p>
<p>Bagaimana proses instalasi diorganisasi?</p>
<p>Proses instalasi Gentoo dapat dirangkum dalam 10 langkah, yang terdiri dari bab 2 sampai 11. Setiap langkah menghasilkan satu situasi tertentu:</p>
<p>    * Setelah langkah 1, anda akan berada di dalam lingkungan kerja yang siap digunakan untuk menginstal Gentoo<br />
    * Setelah langkah 2, koneksi internet anda sudah siap digunakan untuk menginstal Gentoo.<br />
    * Setelah langkah 3, harddisk anda siap untuk melakukan proses instalasi Gentoo<br />
    * Setelah langkah 4, lingkungan instalasi anda sudah siap dan anda siap untuk melakukan chroot ke lingkungan baru.<br />
    * Setelah langkah 5, paket-paket inti, yang sama untuk seluruh instalasi Gentoo, telah terinstal<br />
    * Setelah langkah 6, anda telah mengkompilasi kernel Linux anda<br />
    * Setelah langkah 7, anda telah mengkonfigurasi hampir semua file konfigurasi sistem Gentoo<br />
    * Setelah langkah 8, aplikasi-aplikasi sistem penting (yang dapat anda pilih dari sebuah daftar) telah terinstal<br />
    * Setelah langkah 9, bootloader pilihan anda telah terinstal dan dikonfigurasi, dan anda sudah masuk ke instalasi Gentoo baru anda<br />
    * Setelah langkah 10, sistem Gentoo Linux anda sudah siap untuk beraksi</p>
<p>Ketika kami memberikan beberapa pilihan, kami mencoba sebaik mungkin untuk menjelaskan setiap kelebihan dan kelemahan dari masing-maing pilihan tersebut. Kemudian, kami akan melanjutkan dengan pilihan default, dapat dikenali dengan tanda &#8220;Default: &#8221; pada judulnya. Pilihan lain akan ditandai dengan &#8220;Alternatif: &#8220;. Jangan berasumsi bahwa pilihan default adalah apa yang kami anjurkan. Pilihan ini hanyalah apa yang kami percaya akan digunakan oleh kebanyakan pengguna.</p>
<p>Kadang-kadang anda dapat mengambil langkah opsional. Langkah-langkah tersebut ditandai dengan &#8220;Opsional: &#8221; dan tidak diperlukan untuk menginstal Gentoo. Bagaimanapun juga, beberapa langkah opsional bergantung kepada pilihan anda sebelumnya. Kami akan memberitahukannya kepada anda ketika hal ini terjadi, yaitu ketika anda memilih, dan sesaat sebelum langkah opsional dijelaskan.</p>
<p>Apa saja pilihan saya?</p>
<p>Anda dapat menginstal Gentoo dengan berbagai cara. Anda dapat mendownload salah satu CD instalasi kami dan menggunakannya untuk instalasi, atau melakukan instalasi dari sebuah distro yang telah terinstal, dari CD bootable (mis. Knoppix), dari lingkungan netboot, dari rescue floppy, dsb.</p>
<p>Dokumen ini menjelaskan proses instalasi dengan CD Instalasi Gentoo, atau pada beberapa kasus, boot jaringan. Instalasi ini menganggap bahwa anda ingin menginstal versi terbaru yang ada untuk setiap paket. Jika anda ingin melakukan instalasi tanpa jaringan (internet), bacalah Buku Pegangan Gentoo 2008.0 yang berisi petunjuk instalasi tanpa jaringan (internet).</p>
<p>Perlu dicatat juga bahwa, jika anda berencana untuk menggunakan GRP (Gentoo Reference Platform, sebuah koleksi paket yang telah dikompilasi terlebih dulu yang berguna agar Gentoo langsung bisa digunakan setelah instalasi), anda harus mengikuti petunjuk di Buku Pegangan Gentoo 2008.0.</p>
<p>Untuk cara instalasi lain, bacalah Panduan Instalasi Alternatif. Kami juga menyediakan sebuah dokumen Tips &amp; Trik yang mungkin bisa bermanfaat. Jika anda merasa petunjuk instalasi ini terlalu panjang, anda dapat mengikuti Panduan Instalasi Singkat kami yang tersedia di Sumber Dokumentasi jika arsitektur anda memilikinya.</p>
<p>Terdapat juga beberapa kemungkinan: anda dapat mengkompilasi seluruh sistem dari dasar atau menginstal paket-paket prebuilt untuk mendapatkan sistem Gentoo dalam waktu yang singkat. Dan tentu saja terdapat solusi penengah, yaitu ketika anda tidak perlu melakukan kompilasi dari dasar, tetapi dari sistem setengah jadi.</p>
<p>Mendapatkan masalah?</p>
<p>Jika anda mendapatkan masalah dalam proses instalasi (atau dokumentasi instalasi), kunjungilah sistem pelacak bug kami dan periksa apakah bug tersebut telah diketahui (dilaporkan) atau belum. Jika belum, buatlah laporan bug tentang masalah tersebut agar kami dapat memperbaikinya. Jangan takut dengan para pengembang yang ditugaskan pada bug anda &#8212; mereka biasanya tidak memakan orang.</p>
<p>Perlu diketahui bahwa, walaupun dokumen yang sedang anda baca ini dikhususkan untuk satu arsitektur tertentu, dokumen ini akan tetap memiliki referensi ke arsitektur lain juga. Hal ini disebabkan oleh beberapa bagian dari Buku Pegangan Gentoo yang menggunakan source code yang sama/umum di semua arsitektur (untuk menghindari duplikasi usaha dan pemborosan sumber daya pengembangan). Kami akan berusaha untuk menguranginya seminimal mungkin agar tidak terjadi kebingungan.</p>
<p>Jika anda tidak yakin apakah masalah tersebut merupakan akibat dari kesalahan anda sendiri (beberapa error yang anda perbuat karena tidak membaca dokumentasi dengan seksama) atau masalah software (beberapa error yang kami perbuat karena tidak memeriksa instalasi/dokumentasi secara hati-hati), anda dapat bergabung dan bertanya di #gentoo di irc.freenode.net. Tentu saja, anda tidak harus jika anda tidak mau <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika anda memiliki pertanyaan tentang Gentoo, bacalah FAQ kami, yang tersedia di Dokumentasi Gentoo. Anda dapat juga membaca FAQ ini di forum Gentoo. Jika anda tidak dapat menemukan jawabannya di sana, cobalah untuk bertanya di #gentoo, channel IRC kami di irc.freenode.net. Memang, sebagian dari kami adalah orang-orang aneh yang suka bermalas-malasan di IRC <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
2. Memilih Media Instalasi yang Tepat</p>
<p>2.a. Kebutuhan Hardware</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Sebelum kita memulai, mari kita lihat daftar kebutuhan hardware yang anda perlukan untuk menginstal Gentoo dengan sukses di komputer anda.</p>
<p>Kebutuhan Hardware</p>
<p>Pada umumnya, jika anda memiliki komputer ARMv4 atau yang lebih baru, anda dapat menginstal Gentoo, untuk itu kami hanya akan memberikan daftar CPU yang benar-benar telah diuji.<br />
CPU (Big Endian) 	IXP425<br />
CPU (Little Endian) 	IXP425, StrongARM-110<br />
Memori 	32 MB<br />
Ruang Disk 	1.5 GB (belum termasuk swap)<br />
Swap 	Paling sedikit 256 MB</p>
<p>2.b. Catatan-catatan Instalasi</p>
<p>ABI</p>
<p>Sejauh ini kami baru mendukung ABI ARM klasik, kadang-kadang disebut sebagai Legacy atau Old ABI. Teknologi yang lebih baru seperti Thumb dan EABI belum diuji, namun secara teori keduanya dapat digunakan. Jangan sungkan-sungkan untuk membantu kami! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Selain itu, konsep penting lain yang perlu anda ketahui adalah konsep endianness. Endianness adalah cara CPU membaca kata-kata dari memori utama. Sebuah kata dapat dibaca sebagai big endian (byte terpenting dahulu), atau Little Endian (byte terkecil dahulu). Komputer-komputer Intel x86 pada umumnya adalah little endian, sedangkan komputer Apple dan Sparc adalah Big Endian. Di ARM, bisa salah satu dari keduanya. Untuk memisahkannya, kita tambahkan eb pada nama arsitektur untuk menunjukkan bahwa komputer ini adalah big endian karena little endian lebih banyak digunakan.</p>
<p>Tarbal Stage3</p>
<p>Tarbal stage3 adalah sebuah arsip yang berisi lingkungan minimal Gentoo, cocok digunakan untuk melanjutkan instalasi Gentoo dengan panduan ini. Dahulu, Buku Pegangan Gentoo menjelaskan instalasi dengan menggunakan salah satu dari tiga tarbal stage. Walupun Gentoo masih menyediakan tarbal stage1 dan stage2, metode instalasi resmi saat ini menggunakan tarbal stage3. Jika anda tertarik untuk melakukan instalasi Gentoo menggunakan stage1 atau stage2, bacalah FAQ Gentoo bagian Bagaimana Cara Menginstal Gentoo Dengan Tarbal Stage1 atau Stage2?</p>
<p>2.c. Tinjauan Netboot</p>
<p>Pada bagian ini, kita akan membahas tentang semua yang anda butuhkan untuk mem-boot NetWinder dari jaringan dengan sukses. Ini hanyalah panduan singkat dan tidak berisi banyak perincian. Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam, anda dianjurkan untuk membaca HOWTO Diskless.</p>
<p>Apa yang anda butuhkan: Tergantung jenis komputer, ada sejumlah hardware yang anda butuhkan untuk melakukan netboot dan menginstal Linux dengan sukses.</p>
<p>    * Secara umum:<br />
          o Server TFTP<br />
          o Kesabaran<br />
    * NetWinders: anda boleh login dari konsol serial dengan null-modem cable, atau menggunakan monitor VGA dan keyboard PS/2.</p>
<p>Catatan: Null modem cable bisa anda dapatkan dari toko-toko elektronik.</p>
<p>Catatan: Untuk terminal, bisa berupa terminal VT100/ANSI sungguhan, atau hanya sebuah PC yang menjalankan software emulasi terminal (seperti HyperTerminal, Minicom, seyon, Telex, xc, screen &#8212; apapun yang anda suka). Platform apapun yang dijalankan oleh komputer ini tidak menjadi masalah &#8212; selama komputer ini memiliki port serial RS-232 yang bisa anda gunakan, dan software yang diperlukan.</p>
<p>Menyiapkan TFTP &#8212; panduan singkat</p>
<p>Seperti yang telah dikatakan sebelumnya &#8212; ini bukanlah panduan lengkap, hanya berisi konfigurasi-konfigurasi dasar yang diperlukan. Anda boleh menggunakan panduan ini untuk meyiapkan server netboot dari awal, atau menggunakan saran-saran yang diberikan untuk menambahkan konfigurasi server anda yang sudah ada agar mendukung netboot.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa server yang digunakan tidak harus menjalankan Gentoo Linux, Anda boleh saja menggunakan FreeBSD atau platform *nix lainnya. Bagaimanapun juga, panduan ini menganggap anda menggunakan Gentoo Linux. Anda juga boleh menjalankan TFTP/NFS di komputer yang berbeda dengan komputer yang menyediakan layanan DHCP.</p>
<p>Peringatan: Tim Gentoo/ARM tidak dapat membantu anda menyiapkan server netboot pada sistem operasi lain. Jika anda memilih sistem operasi lain, kami anggap anda sudah mengerti apa yang sedang anda lakukan.</p>
<p>Langkah pertama &#8212; menyiapkan server TFTP. Anda dianjurkan untuk menggunakan tftp-hpa karena ini adalah satu-satunya daemon TFTP yang diketahui dapat digunakan. Lanjutkan proses instalasi seperti berikut.</p>
<p>Daftar Kode 3.1: Instalasi tftp-hpa</p>
<p># emerge net-ftp/tftp-hpa</p>
<p>Perintah ini juga akan menciptakan direktori /tftproot untuk tempat menyimpan imej netboot. Anda boleh memindahkan direktori ini ke mana saja jika anda ingin. Untuk kemudahan, kami anggap anda membiarkannya di lokasi default.</p>
<p>2.d. Netboot Komputer ARM</p>
<p>Download imej Netboot</p>
<p>Tergantung pada sistem yang ingin anda instal, terdapat beberapa imej yang dapat anda download. Semuanya memiliki label masing-masing menurut jenis komputer can CPU yang diperuntukkan. Tipe-tipe komputernya adalah:<br />
Komputer 	File Imej<br />
NetWinder 	Netboot</p>
<p>Jangan lupa meletakkan imej di direktori /tftproot.</p>
<p>Menjalankan Daemon&#8230;</p>
<p>Sekarang, anda sudah siap untuk menjalankan daemon. Ketikkan perintah berikut:</p>
<p>Daftar Kode 4.1: Menjalankan daemon TFTP</p>
<p># /etc/init.d/in.tftpd start</p>
<p>Jika semua langkah tadi dapat dijalankan dengan sukses, sekarang anda sudah bisa menyalakan komputer ARM anda dan melanjutkan. Perlu dicatat bahwa di bawah ini kami mengasumsikan IP server TFTP adalah 192.168.0.2 jadi anda mungkin perlu menyesuaikannya.</p>
<p>Cara mudah untuk memeriksa apakah daemon tftp sedang berjalan adalah dengan mengetikkan perintah berikut &#8212; jika anda melihat output seperti di bawah ini &#8212; berarti semuanya sudah beres.</p>
<p>Daftar Kode 4.2: Memeriksa apakah TFTPd berjalan</p>
<p># netstat -al | grep ^udp<br />
udp        0      0 *:bootpc                *:*<br />
udp        0      0 *:631                   *:*<br />
udp        0      0 *:xdmcp                 *:*<br />
udp        0      0 *:tftp                  *:*  setenv kernconfig tftp<br />
NeTTrom&gt; setenv kerntftpserver 192.168.0.2<br />
NeTTrom&gt; setenv kerntftpfile netboot-netwinder<br />
NeTTrom&gt; setenv netconfig_eth0 flash<br />
NeTTrom&gt; setenv eth0_ip 192.168.0.15/24<br />
NeTTrom&gt; boot</p>
<p>Dari sini, komputer anda akan mulai mendownload imej, kemudian, kira-kira setelah 20 detik, mulai mem-boot Linux. Jika semuanya sukses, anda akan dibawa ke shell ash Busybox, tempat anda melanjutkan instalasi dengan Mengkonfigurasi Jaringan (Internet).<br />
3. Konfigurasi Jaringan (Internet)</p>
<p>3.a. Deteksi Otomatis Jaringan</p>
<p>Mungkin telah berfungsi?</p>
<p>Jika sistem anda terhubung ke jaringan melalui server DHCP, kemungkinan besar konfigurasi jaringan anda sudah diatur secara otomatis. Jika benar, maka anda seharusnya sudah bisa menggunakan berbagai perintah jaringan pada CD Instalasi seperti ssh, scp, ping, irssi, wget, links, dll.</p>
<p>Jika jaringan anda sudah berfungsi, maka perintah /sbin/ifconfig akan menampilkan beberapa intarface jaringan selain lo, seperti eth0:</p>
<p>Daftar Kode 1.1: /sbin/ifconfig untuk konfigurasi jaringan yang sudah siap</p>
<p># /sbin/ifconfig<br />
(&#8230;)<br />
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:50:BA:8F:61:7A<br />
inet addr:192.168.0.2  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0<br />
inet6 addr: fe80::50:ba8f:617a/10 Scope:Link<br />
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1<br />
RX packets:1498792 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
TX packets:1284980 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
collisions:1984 txqueuelen:100<br />
RX bytes:485691215 (463.1 Mb)  TX bytes:123951388 (118.2 Mb)<br />
Interrupt:11 Base address:0xe800</p>
<p>Opsional: Konfigurasi proxy</p>
<p>Jika anda mengakses internet melalui proxy, anda mungkin perlu mengatur proxy tersebut sewaktu instalasi. Untuk menggunakan proxy, anda dapat dengan mudah menggunakan variabel yang berisi informasi server proxy tersebut.</p>
<p>Pada kebanyakan kasus, anda hanya perlu mengatur variabel dengan menggunakan nama server tersebut. Sebagai contoh, kami menganggap proxy anda adalah proxy.gentoo.org dengan port 8080.</p>
<p>Daftar Kode 1.2: Menentukan server proxy</p>
<p>(Jika proxy tersebut membatasi koneksi HTTP)<br />
# export http_proxy=&#8221;http://proxy.gentoo.org:8080&#8243;<br />
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi FTP)<br />
# export ftp_proxy=&#8221;ftp://proxy.gentoo.org:8080&#8243;<br />
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi RSYNC)<br />
# export RSYNC_PROXY=&#8221;proxy.gentoo.org:8080&#8243;</p>
<p>Jika proxy anda memerlukan username dan password, anda harus menggunakan sintaks berikut ketika mengatur variabel proxy:</p>
<p>Daftar Kode 1.3: Menambahkan username/password pada variabel proxy</p>
<p>http://username:password@proxy.gentoo.org:8080</p>
<p>Pengujian koneksi jaringan</p>
<p>Anda mungkin ingin mencoba ping ke server DNS ISP anda (dapat ditemukan di /etc/resolv.conf) dan salah satu website pilihan anda, untuk memastikan apakah paket-paket yang dikirimkan sudah dapat mencapai jaringan (internet) atau belum, penerjemahan nama DNS sudah berfungsi, dll.</p>
<p>Daftar Kode 1.4: Menguji koneksi jaringan</p>
<p># ping -c 3 www.gentoo.org</p>
<p>Jika anda sudah bisa menggunakan jaringan anda, anda dapat melewati sisa dari seksi ini dan melanjutkan dengan Mempersiapkan Disk. Jika tidak, maka lanjutkan.</p>
<p>3.b. Konfigurasi jaringan secara otomatis</p>
<p>Jika koneksi jaringan anda tidak dapat langsung berfungsi, pada beberapa media instalasi, anda dapat menggunakan net-setup (untuk jaringan biasa atau wireless), ppoe-setup (untuk pengguna ADSL) atau pptp (untuk pengguna PPTP &#8211; hanya tersedia untuk x86, amd64, alpha, ppc dan ppc64).</p>
<p>Jika media instalasi yang anda gunakan tidak memiliki utilitas-utilitas tersebut, atau jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan ke Konfigurasi jaringan secara manual.</p>
<p>    * Bagi pengguna Ethernet biasa, lanjutkan dengan Default: Menggunakan net-setup<br />
    * Bagi pengguna ADSL, lanjutkan dengan Alternatif: Menggunakan PPP<br />
    * Bagi pengguna PPTP, lanjutkan dengan Alternatif: Menggunakan PPTP</p>
<p>Default: Menggunakan net-setup</p>
<p>Cara paling mudah untuk menyiapkan koneksi jaringan anda jika belum diatur secara otomatis adalah dengan menjalankan skrip net-setup:</p>
<p>Daftar Kode 2.1: Menjalankan skrip net-setup</p>
<p># net-setup eth0</p>
<p>net-setup akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang lingkungan jaringan anda. Setelah selesai, anda seharusnya akan memiliki koneksi jaringan yang berfungsi. Tes koneksi jaringan anda seperti dijelaskan di atas. Jika koneksi jaringan anda telah berfungsi, selamat! Anda sekarang telah siap untuk menginstal Gentoo. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.</p>
<p>Jika koneksi jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual.</p>
<p>Alternatif: Menggunakan PPP</p>
<p>Jika anda menggunakan PPPoE untuk melakukan koneksi ke internet, CD Instalasi (semua versi) telah mempermudah konfigurasi jaringan anda dengan mengikutsertakan utilitas ppp. Gunakan skrip ppoe-setup yang tersedia untuk mengkonfigurasi jaringan anda. Anda akan ditanyakan tentang kartu jaringan yang terhubung ke modem adsl anda, username dan password anda, IP dari server DNS anda, dan apakah anda memerlukan firewall dasar atau tidak.</p>
<p>Daftar Kode 2.2: Menggunakan ppp</p>
<p># ppoe-setup<br />
# ppoe-start</p>
<p>Jika masih belum berfungsi, periksa lagi apakah anda sudah username dan password yang anda cantumkan sudah benar, dengan memeriksa file /etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets, dan pastikan bahwa anda menggunakan kartu jaringan yang tepat. Jika kartu jaringan anda tidak ditemukan, anda harus memuat modulnya anda secara manual. Untuk mengetahui caranya, anda harus melanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual yang menjelaskan cara memuat modul untuk kartu jaringan anda.</p>
<p>Jika semua berjalan lancar, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.</p>
<p>Alternatif: Menggunakan PPTP</p>
<p>Jika anda memerlukan dukungan PPTP, anda dapat menggunakan utilitas pptpclient yang disediakan di CD Instalasi. Tetapi, sebelumnya anda harus memastikan dahulu bahwa konfigurasi anda sudah benar. Edit file /etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets agar berisi kombinasi username/password anda yang benar:</p>
<p>Daftar Kode 2.3: Edit file /etc/ppp/chap-secrets</p>
<p># nano -w /etc/ppp/chap-secrets</p>
<p>Lalu, ubah file /etc/ppp/options.pptp seperlunya:</p>
<p>Daftar Kode 2.4: Edit file /etc/ppp/options.pptp</p>
<p># nano -w /etc/ppp/options.pptp</p>
<p>Setelah semuanya selesai, jalankan perintah pptp (diikuti dengan opsi-opsi yang tidak dapat anda tetapkan di options.pptp) untuk melakukan koneksi ke server:</p>
<p>Daftar Kode 2.5: Koneksi ke server dial-in</p>
<p># pptp </p>
<p>Sekarang, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.</p>
<p>3.c. Konfigurasi Jaringan secara Manual</p>
<p>Memuat modul jaringan yang tepat</p>
<p>Sewaktu CD Instalasi boot, seluruh hardware anda akan dikenali dan modul-modul kernel yang diperlukan untuk mendukung hardware anda akan dimuat. Pada kebanyakan kasus, proses ini berjalan lancar. Tetapi, pada beberapa kasus lain, CD Instalasi mungkin gagal memuat modul kernel yang anda perlukan.</p>
<p>Jika net-setup atau ppoe-setup gagal, mungkin kartu jaringan anda tidak ditemukan secara otomatis. Ini berarti anda harus memuat modul kernel tersebut secara manual.</p>
<p>Untuk mengetahui modul kernel apa saja yang kami sediakan untuk jaringan, gunakan perintah berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.1: Memeriksa modul yang tersedia</p>
<p># ls /lib/modules/`uname -r`/kernel/drivers/net</p>
<p>Jika anda menemukan driver untuk kartu jaringan anda, gunakan perintah modprobe untuk memuat modul tersebut:</p>
<p>Daftar Kode 3.2: Menggunakan modprobe untuk memuat modul kernel</p>
<p>(Sebagai contoh, kita akan memuat modul pcnet32)<br />
# modprobe pcnet32</p>
<p>Gunakan ifconfig untuk memeriksa apakah kartu jaringan anda telah ditemukan. Contoh output jika kartu jaringan telah dikenali adalah sebagai berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.3: Pemeriksaan kartu jaringan, sukses</p>
<p># ifconfig eth0<br />
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr FE:FD:00:00:00:00<br />
          BROADCAST NOARP MULTICAST  MTU:1500  Metric:1<br />
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0<br />
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0<br />
          collisions:0 txqueuelen:0<br />
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)</p>
<p>Tetapi, jika anda mendapatkan error berikut, artinya kartu jaringan anda belum dikenali:</p>
<p>Daftar Kode 3.4: Pemeriksaan kartu jaringan, gagal</p>
<p># ifconfig eth0<br />
eth0: error fetching interface information: Device not found</p>
<p>Jika anda memiliki beberapa kartu jaringan di komputer anda, kartu-kartu tersebut akan dinamai eth0, eth1, dll. Pastikan kartu jaringan yang ingin anda gunakan berfungsi baik dan jangan lupa menggunakan nama yang tepat di seluruh dokumen ini. Kami menganggap anda menggunakan eth0.</p>
<p>Anggap anda kartu jaringan anda sudah dikenali, anda sekarang dapat mencoba lagi net-setup atau adsl-setup (yang harusnya sukses sekarang), tetapi untuk para hardcore, kami akan menjelaskan cara mengkonfigurasi jaringan anda secara manual.</p>
<p>Pilih salah satu topik berikut yang sesuai dengan konfigurasi jaringan anda:</p>
<p>    * Menggunakan DHCP untuk mendapatkan IP secara otomatis<br />
    * Mempersiapkan akses wireless jika anda memiliki kartu wireless<br />
    * Mengerti terminologi jaringan menjelaskan hal yang perlu anda ketahui tentang jaringan<br />
    * Menggunakan ifconfig dan route menjelaskan cara mengatur jaringan anda secara manual</p>
<p>Menggunakan DHCP</p>
<p>DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memungkinkan anda untuk menerima informasi jaringan (alamat IP, netmask, alamat broadcast, gateway, nameserver, dll.) secara otomatis. Cara ini hanya dapat berfungsi jika anda memiliki server DHCP di jaringan anda (atau jika provider anda menyediakan layanan DHCP). Untuk menggunakan DHCP untuk menerima informasi ini secara otomatis, gunakan dhcpcd:</p>
<p>Daftar Kode 3.5: Menggunakan dhcpcd</p>
<p># dhcpcd eth0<br />
(Sebagian admin jaringan mengharuskan anda menggunakan)<br />
(hostname dan domainname yang disediakan oleh server DHCP)<br />
(Dalam kasus ini, gunakan)<br />
# dhcpcd -HD eth0</p>
<p>Jika berhasil (coba ping beberapa server internet, mis. Google), berarti anda sudah siap untuk melanjutkan. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.</p>
<p>Mempersiapkan akses wireless</p>
<p>Catatan: Dukungan untuk perintah iwconfig hanya tersedia pada CD Instalasi x86, amd64 dan ppc. Anda tetap dapat memfungsikan ekstensinya dengan mengikuti petunjuk dari proyek linux-wlan-ng.</p>
<p>Jika anda menggunakan kartu wireless (802.11), anda mungkin perlu mengkonfigurasi wireless anda sebelum melanjutkan. Untuk melihat pengaturan wireless pada kartu anda saat ini, anda dapat menggunakan perintah iwconfig. Output dari iwconfig mungkin seperti berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.6: Melihat pengaturan wireless saat ini</p>
<p># iwconfig eth0<br />
eth0      IEEE 802.11-DS  ESSID:&#8221;GentooNode&#8221;<br />
          Mode:Managed  Frequency:2.442GHz  Access Point: 00:09:5B:11:CC:F2<br />
          Bit Rate:11Mb/s   Tx-Power=20 dBm   Sensitivity=0/65535<br />
          Retry limit:16   RTS thr:off   Fragment thr:off<br />
          Power Management:off<br />
          Link Quality:25/10  Signal level:-51 dBm  Noise level:-102 dBm<br />
          Rx invalid nwid:5901 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0 Tx<br />
          excessive retries:237 Invalid misc:350282 Missed beacon:84</p>
<p>Catatan: Beberapa kartu wireless mungkin memiliki nama perangkat wlan0 atau ra0, bukan eth0. Jalankan iwconfig tanpa parameter apapun untuk mengetauhi nama perangkat yang digunakan.</p>
<p>Untuk kebanyakan pengguna, hanya ada dua pengaturan yang harus diganti, yaitu ESSID (atau nama jaringan wireless) atau kunci WEP. Jika ESSID dan alamat titik akses yang ditampilkan adalah titik akses anda dan anda tidak menggunakan WEP, maka koneksi wireless anda sudah berfungsi. Jika anda perlu mengubah ESSID atau menambahkan sebuah kunci WEP, anda dapat menjalankan perintah berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.7: Mengubah ESSID dan/atau menambah kunci WEP</p>
<p>(Perintah ini menetapkan &#8220;GentooNode&#8221; sebagai nama jaringan)<br />
# iwconfig eth0 essid GentooNode</p>
<p>(Perintah ini mengatur kunci hex WEP)<br />
# iwconfig eth0 key 1234123412341234abcd</p>
<p>(Perintah ini mengatur kunci ASCII &#8211; tambahkan awalan &#8220;s:&#8221;)<br />
# iwconfig eth0 key s:password-anda</p>
<p>Anda kemudian dapat memastikan pengaturan wireless anda lagi dengan menjalankan iwconfig. Setelah koneksi wireless anda berfungsi, anda dapat melanjutkan dengan mengkonfigurasi opsi-opsi jaringan setingkat IP seperti yang dijelaskan pada bagian selanjutnya (Mengerti terminologi jaringan) atau menggunakan utilitas net-setup seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.</p>
<p>Mengerti terminologi jaringan</p>
<p>Catatan: Jika anda sudah mengetahui apa itu alamat IP, alamat broadcast, netmask dan nameserver, maka anda dapat melewati seksi ini dan lanjutkan dengan Menggunakan ifconfig dan route.</p>
<p>Jika semua cara di atas gagal, anda harus mengkonfigurasi jaringan anda secara manual. Jangan khawatir, cara ini sama sekali tidak sulit. Bagaimanapun juga, anda perlu mengerti beberapa terminologi jaringan, karena anda akan membutuhkannya untuk mengkonfigurasi jaringan anda sesuai dengan kebutuhan anda. Setelah anda selesai membaca bagian ini, anda akan mengetahui arti dari gateway, fungsi dari netmask, bagaimana cara menulis alamat broadcast, dan mengapa anda memerlukan nameserver.</p>
<p>Di dalam jaringan, sebuah komputer dikenal melalui alamat IP (Internet Protocol)-nya. Alamat tersebut merupakan kombinasi dari empat nomor-nomor antara 0 dan 255. Begitulah cara kita mengartikannya. Sebenarnya, alamat IP dibentuk dengan 32 bit (satu dan nol). Mari kita lihat sebuah contoh:</p>
<p>Daftar Kode 3.8: Contoh alamat IP</p>
<p>IP Address (numbers):   192.168.0.2<br />
IP Address (bits):      11000000 10101000 00000000 00000010<br />
                        &#8212;&#8212;&#8211; &#8212;&#8212;&#8211; &#8212;&#8212;&#8211; &#8212;&#8212;&#8211;<br />
                           192      168       0        2</p>
<p>Sebuah alamat IP dimiliki oleh satu komputer khusus dalam sebuah jaringan (semua komputer yang dapat anda akses memiliki satu alamat IP khusus). Untuk membedakan antara komputer dalam sebuah jaringan dan komputer di luar jaringan, alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian jaringan dan bagian host.</p>
<p>Pemisahan ini ditulis dengan netmask, yaitu kumpulan angka-angka satu yang diikuti oleh angka-angka nol. Bagian dari alamat IP yang ditutupi oleh angka-angka satu merupakan bagian jaringan, sedangkan sisanya merupakan bagian host. Seperti biasa, netmask dapat ditulis sebagai alamat IP.</p>
<p>Daftar Kode 3.9: Contoh pemisahan jaringan/host</p>
<p>IP-address:    192      168      0         2<br />
            11000000 10101000 00000000 00000010<br />
Netmask:    11111111 11111111 11111111 00000000<br />
               255      255     255        0<br />
           +&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;+&#8212;&#8212;&#8211;+<br />
                    Network              Host</p>
<p>Dengan kata lain, 192.168.0.14 masih merupakan bagian dari jaringan contoh kita, tetapi 192.168.1.2 bukan.</p>
<p>Alamat broadcast merupakan alamat IP dengan bagian jaringannya sama dengan jaringan anda, tetapi hanya angka-angka satu pada bagian host-nya. Setiap komputer di jaringan memperhatikan alamat IP ini. Alamat ini digunakan hanya untuk mem-broadcast paket.</p>
<p>Daftar Kode 3.10: Alamat broadcast</p>
<p>IP-address:    192      168      0         2<br />
            11000000 10101000 00000000 00000010<br />
Broadcast:  11000000 10101000 00000000 11111111<br />
               192      168      0        255<br />
           +&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;+&#8212;&#8212;&#8211;+<br />
                     Network             Host</p>
<p>Untuk dapat menjelajahi internet, anda harus mengetahui komputer mana yang membagi koneksi internet. Komputer ini dikenal sebagai gateway. Karena gateway merupakan komputer biasa juga, gateway juga memiliki sebuah alamat IP (mis. 192.168.0.1).</p>
<p>Sebelumnya, kami telah menjelaskan bahwa setiap komputer memiliki alamat IP khusus. Untuk mengakses komputer ini dengan namanya (bukan alamat IP), anda memerlukan sebuah layanan yang menerjemahkan nama (mis. dev.gentoo.org) ke alamat IP-nya (mis. 64.5.62.82). Layanan tersebut adalah &#8220;name service&#8221;. Untuk menggunakannya, anda harus menentukan nameserver yang anda gunakan di file /etc/resolv.conf.</p>
<p>Pada beberapa kasus, gateway anda juga bertindak sebagai nameserver. Jika tidak, anda perlu mencantumkan nameserver yang disediakan oleh ISP anda.</p>
<p>Sebagai rangkuman, anda memerlukan informasi-informasi berikut sebelum melanjutkan:<br />
Informasi Jaringan 	Contoh<br />
Alamat IP anda 	192.168.0.2<br />
Netmask 	255.255.255.0<br />
Broadcast 	192.168.0.255<br />
Gateway 	192.168.0.1<br />
Nameserver 	195.130.130.5, 195.130.130.133</p>
<p>Menggunakan ifconfig dan route</p>
<p>Untuk menyiapkan jaringan, anda harus menjalankan tiga langkah berikut. Pertama, kita menetapkan sebuah alamat IP untuk komputer kita dengan perintah ifconfig. Kemudian, kita atur routing ke gateway dengan perintah route. Dan terakhir, kita akan mencantumkan alamat IP nameserver di file /etc/resolv.conf.</p>
<p>Untuk menetapkan sebuah alamat IP, anda memerlukan alamat IP anda, alamat broadcast dan netmask, lalu jalankan perintah berikut, jangan lupa gantikan ${IP_ADDR} dengan alamat IP anda, ${BROADCAST} dengan alamat broadcast anda dan ${NETMASK} dengan netmask anda:</p>
<p>Daftar Kode 3.11: Menggunakan ifconfig</p>
<p># ifconfig eth0 ${IP_ADDR} broadcast ${BROADCAST} netmask ${NETMASK} up</p>
<p>Sekarang, atur routing dengan perintah route. Gantikan ${GATEWAY} dengan alamat IP gateway anda:</p>
<p>Daftar Kode 3.12: Menggunakan route</p>
<p># route add default gw ${GATEWAY}</p>
<p>Selanjutnya, buka file /etc/resolv.conf dengan editor kesukaan anda (pada contoh kita, nano):</p>
<p>Daftar Kode 3.13: Menciptakan /etc/resolv.conf</p>
<p># nano -w /etc/resolv.conf</p>
<p>Sekarang, isi nameserver-nameserver anda seperti pada contoh berikut. Jangan lupa untuk mengganti ${NAMESERVER1} dan ${NAMESERVER2} dengan alamat nameserver yang tepat:</p>
<p>Daftar Kode 3.14: Contoh /etc/resolv.conf</p>
<p>nameserver ${NAMESERVER1}<br />
nameserver ${NAMESERVER2}</p>
<p>Ya, itu saja. Sekarang cobalah jaringan anda dengan melakukan ping ke beberapa server internet (mis. Google). Jika berhasil, selamat! Anda sekarang sudah siap untuk menginstal Gentoo. Lanjutkan ke Mempersiapkan Disk.<br />
4. Mempersiapkan Disk</p>
<p>4.a. Pengenalan ke Block Device</p>
<p>Block Device</p>
<p>Kita akan melihat lebih dekat lagi pada aspek disk di Gentoo dan Linux secara umum, termasuk filesystem di Linux, partisi, dan block device. Kemudian, setelah anda mengenalnya, anda akan mempelajari cara menyiapkan partisi dan filesystem untuk instalasi Gentoo Linux.</p>
<p>Pertama, kita akan berkenalan dengan block device. Block device yang paling dikenal di Linux mungkin adalah device IDE pertama, yaitu /dev/hda. Jika komputer anda menggunakan driver SCSI, maka driver pertama anda dalah /dev/sda. Drive SATA juga /dev/sda walaupun tetap merupakan drive IDE. Jika anda menggunakan libata framework baru di kernel, semua harddisk anda akan diberi label /dev/sd*.</p>
<p>Block device di atas merepresentasikan antarmuka abstrak ke disk. Aplikasi akan dapat menggunakannya untuk berinteraksi dengan disk tanpa perlu mengetahui jenis disk itu sendiri, apakah IDE, SCSI, atau yang lainnya. Aplikasi cukup mengalamatkan penyimpanannya di disk sebagai blok-blok berukuran 512 byte yang dapat diakses dengan cara acak.</p>
<p>Partisi</p>
<p>Walaupun secara teori anda dapat menggunakan seluruh disk untuk Linux, hal ini hampir tidak pernah diterapkan. Tetapi, block device disk dipisah-pisahkan lagi menjadi block device yang lebih kecil, yang lebih mudah ditangani. Pada sistem arm, block device kecil tersebut dikenal sebagai partisi.</p>
<p>Partisi dapat dibagi menjadi tiga jenis: primary, extended, dan logical.</p>
<p>Partisi primary adalah sebuah partisi dimana informasinya tersimpan di MBR (Master Boot Record). Karena MBR sangat kecil (512 byte), hanya empat partisi primary yang dapat diciptakan (sebagai contoh, /dev/hda1 sampai /dev/hda4).</p>
<p>Partisi extended adalah partisi primary spesial (artinya partisi extended adalah salah satu dari empat partisi primary yang mungkin) yang berisi lebih banyak partisi di dalamnya. Partisi tersebut pada awalnya tidak ada, tetapi karena empat partisi dianggap sangat sedikit, maka partisi extended diciptakan untuk menambahkan skema partisi tanpa kehilangan kompatibilitas terhadap skema yang lama.</p>
<p>Partisi logical adalah partisi di dalam partisi extended. Informasi partisi tersebut tidak tersimpan di MBR, tetapi ditentukan di dalam partisi extended.</p>
<p>4.b. Merancang Skema Partisi</p>
<p>Skema Partisi Default</p>
<p>Jika anda tidak tertarik untuk merancang sebuah skema partisi anda sendiri, anda dapat menggunakan skema partisi yang kami gunakan di seluruh buku ini:<br />
Partisi 	Filesystem 	Besar 	Penjelasan<br />
/dev/hda1 	ext2 	32M 	Partisi boot<br />
/dev/hda2 	(swap) 	512M 	Partisi swap<br />
/dev/hda3 	ext3 	Sisa dari disk 	Partisi root</p>
<p>Jika anda tertarik untuk mengetahui seberapa besar sebuah partisi harusnya, atau tentang berapa banyak partisi yang anda perlukan, baca terus bagian selanjutnya. Jika tidak, lanjutkan dengan proses mem-partisi disk anda, dengan membaca Menggunakan fdisk untuk mem-partisi disk:</p>
<p>Berapa Banyak dan Berapa Besar?</p>
<p>Jumlah partisi sangat tergantung pada lingkungan anda. Sebagai contoh, jika anda memiliki banyak pengguna (user), anda mungkin sekali ingin menciptakan partisi /home yang terpisah untuk meningkatkan keamanan dan mempermudah proses backup. Jika anda menginstal Gentoo sebagai server mail, partisi /var anda sebaiknya dipisahkan karena surat-surat anda disimpan di partisi /var. Pilihan filesystem yang tepat juga dapat meningkatkan performa. Server-server game sebaiknya memiliki partisi /opt yang terpisah karena kebanyakan server game diinstal di partisi tersebut. Alasan utamanya juga sama dengan partisi /home: keamanan dan backup. Anda pasti ingin menjaga /usr agar tetap luas: bukan hanya karena partisi ini menampung hampir semua aplikasi, tapi pohon Portage saja memerlukan ruang sebesar 500MB, belum termasuk berbagai macam paket source yang disimpan di dalamnya.</p>
<p>Seperti yang anda lihat, jumlah partisi sangat tergantung kepada tujuan anda. Partisi-partisi yang terpisah memiliki beberapa keuntungan:</p>
<p>    * Anda dapat memilih filesystem yang paling tepat untuk setiap partisi<br />
    * Seluruh sistem anda tidak akan kehabisan ruang kosong jika sebuah aplikasi secara terus-menerus menulis file-file ke sebuah partisi.<br />
    * Waktu untuk memeriksa filesystem lebih cepat, karena beberapa pemeriksaan dapat dijalankan secara bersamaan (walaupun keuntungan ini lebih dirasakan oleh multi-disk daripada multi-partisi)<br />
    * Keamanan dapat ditingkatkan dengan me-mount beberapa partisi secara read-only, nosuid (setuid bit diabaikan), noexec (executable bit diabaikan), dll.</p>
<p>Walaupun begitu, multi-partisi memiliki satu kelemahan utama: jika tidak dikonfigurasi dengan benar, anda akan mendapatkan sistem yang memiliki banyak ruang kosong di satu partisi dan kekurangan ruang kosong di partisi yang lain. Untuk sistem SCSI dan SATA, terdapat batas partisi sebanyak 15.</p>
<p>Di bawah ini adalah contoh tabel partisi disk 20 Gb, yang digunakan pada laptop (berisi webserver, mailserver, gnome, &#8230;):</p>
<p>Daftar Kode 2.1: Contoh Penggunaan Filesystem</p>
<p>$ df -h<br />
Filesystem    Type    Size  Used Avail Use% Mounted on<br />
/dev/hda5     ext3    509M  132M  351M  28% /<br />
/dev/hda2     ext3    5.0G  3.0G  1.8G  63% /home<br />
/dev/hda7     ext3    7.9G  6.2G  1.3G  83% /usr<br />
/dev/hda8     ext3   1011M  483M  477M  51% /opt<br />
/dev/hda9     ext3    2.0G  607M  1.3G  32% /var<br />
/dev/hda1     ext2     51M   17M   31M  36% /boot<br />
/dev/hda6     swap    516M   12M  504M   2%<br />
(Sisa disk yang tidak terpartisi untuk penggunaan masa datang: 2 Gb)</p>
<p>Partisi /usr hampir penuh (terpakai 83%) pada contoh di atas, tetapi setelah seluruh software terinstal, partisi /usr tidak akan berkembang banyak lagi. Untuk partisi /var, Kelihatannya ruang kosong yang dialokasikan terlalu banyak, ingatlah bahwa Portage secara default menggunakan partisi ini untuk mengkompliasi semua program-program. Jika anda ingin menjaga /var agar tetap memiliki ukuran yang cukup beralasan, misalnya 1GB, anda perlu mengganti variabel PORTAGE_TMPDIR di /etc/make.conf agar menunjuk ke sebuah pertisi yang memiliki ruang kosong yang cukup untuk mengkompilasi paket-paket besar seperti OpenOffice.</p>
<p>4.c. Menggunakan fdisk untuk mem-partisi disk</p>
<p>Bagian berikut ini menjelaskan tentang cara menciptakan contoh tabel partisi seperti yang dijabarkan sebelumnya, yaitu:<br />
Partisi 	Penjelasan<br />
/dev/hda1 	Partisi boot<br />
/dev/hda2 	Partisi swap<br />
/dev/hda3 	Partisi root</p>
<p>Gantilah tabel partisi sesuai kebutuhan anda.</p>
<p>Menampilkan Tabel Partisi Saat ini</p>
<p>fdisk merupakan utilitas yang populer dan bagus untuk memisahkan disk anda menjadi beberapa partisi. Jalankan fdisk pada disk anda (pada contoh ini, kita menggunakan /dev/hda):</p>
<p>Daftar Kode 3.1: Menjalankan fdisk</p>
<p># fdisk /dev/hda</p>
<p>Setelah anda berada di dalam fdisk, anda akan mendapatkan prompt seperti berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.2: prompt fdisk</p>
<p>Command (m for help):</p>
<p>Ketik p untuk menampilkan tabel partisi disk anda saat ini:</p>
<p>Daftar Kode 3.3: Contoh tabel partisi</p>
<p>Command (m for help): p</p>
<p>Disk /dev/hda: 240 heads, 63 sectors, 2184 cylinders<br />
Units = cylinders of 15120 * 512 bytes</p>
<p>Device Boot    Start       End    Blocks   Id  System<br />
/dev/hda1             1        14    105808+  83  Linux<br />
/dev/hda2            15        49    264600   82  Linux swap<br />
/dev/hda3            50        70    158760   83  Linux<br />
/dev/hda4            71      2184  15981840    5  Extended<br />
/dev/hda5            71       209   1050808+  83  Linux<br />
/dev/hda6           210       348   1050808+  83  Linux<br />
/dev/hda7           349       626   2101648+  83  Linux<br />
/dev/hda8           627       904   2101648+  83  Linux<br />
/dev/hda9           905      2184   9676768+  83  Linux</p>
<p>Command (m for help):</p>
<p>Disk tersebut berisi tujuh partisi Linux (setiap partisi dengan System tertulis sebagai &#8220;Linux&#8221;) dan juga sebuah partisi swap (tertulis sebagai &#8220;Linux swap&#8221;).</p>
<p>Menghapus Semua Partisi</p>
<p>Pertama, kita akan menghapus semua partisi yang sudah ada dari disk. Ketik d untuk menghapus sebuah partisi. Sebagai contoh, untuk menghapus partisi /dev/hda1:</p>
<p>Daftar Kode 3.4: Menghapus sebuah partisi</p>
<p>Command (m for help): d<br />
Partition number (1-4): 1</p>
<p>Partisi tersebut telah dijadwalkan untuk dihapus. Partisi tersebut tidak akan lagi ditampilkan jika anda mengetik p, tetapi juga tidak akan dihapus sebelum anda menyimpan perubahan anda. Jika anda melakukan kesalahan dan ingin membatalkan tanpa menyimpan perubahan anda, segera ketik q dan tekan Enter, partisi anda tidak akan dihapus.</p>
<p>Sekarang, anggap anda benar-benar ingin menghapus seluruh partisi anda, secara terus-menerus ketikkan p untuk menampilkan tabel partisi lalu diikuti oleh d dan nomor partisi untuk menghapusnya. Pada akhirnya, anda akan mendapatkan sebuah tabel partisi kosong:</p>
<p>Daftar Kode 3.5: Sebuah tabel partisi kosong</p>
<p>Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes<br />
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders<br />
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes</p>
<p>Device Boot    Start       End    Blocks   Id  System</p>
<p>Command (m for help):</p>
<p>Setelah tabel partisi di memori kosong, anda sudah siap untuk menciptakan partisi-partisi. Kita akan menggunakan skema partisi default seperti yang dijabarkan sebelumnya. Tentu saja, jangan ikuti instruksi ini secara persis jika anda tidak ingin menggunakan skema partisi yang sama!</p>
<p>Menciptakan Partisi Boot</p>
<p>Pertama-tama, kita akan menciptakan sebuah partisi boot kecil. Ketik n untuk menciptakan partisi, lalu p untuk memilih partisi primary, diikuti oleh 1 untuk memilih partisi primary pertama. Jika anda ditanyakan tentang silinder pertama, tekan Enter. Ketika ditanyakan tentang silinder terakhir, ketik +32M untuk menciptakan sebuah partisi sebesar 32 Mbyte:</p>
<p>Daftar Kode 3.6: Menciptakan partisi boot</p>
<p>Command (m for help): n<br />
Command action<br />
  e   extended<br />
  p   primary partition (1-4)<br />
p<br />
Partition number (1-4): 1<br />
First cylinder (1-3876, default 1): (Tekan Enter)<br />
Using default value 1<br />
Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (1-3876, default 3876): +32M</p>
<p>Sekarang, ketika anda mengetik p, anda akan melihat tabel partisi seperti berikut:</p>
<p>Daftar Kode 3.7: Partisi boot baru</p>
<p>Command (m for help): p</p>
<p>Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes<br />
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders<br />
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes</p>
<p>Device Boot    Start       End    Blocks   Id  System<br />
/dev/hda1          1        14    105808+  83  Linux</p>
<p>Kita perlu menjadikan partisi tersebut bootable. Ketik a untuk mengaktifkan flag bootable pada partisi ini dan pilih 1. Jika anda ketik p lagi, anda akan melihat tanda * di kolom &#8220;Boot&#8221;.</p>
<p>Menciptakan Partisi Swap</p>
<p>Sekarang mari kita ciptakan partisi swap. Untuk melakukannya, ketik n untuk menciptakan sebuah partisi baru, lalu p untuk memberitahukan fdisk bahwa anda menginginkan sebuah partisi primary. Kemudian, ketik 2 untuk menciptakan partisi primary kedua, yaitu /dev/hda2. Jika anda ditanyakan tentang silinder pertama, tekan Enter. Ketika ditanyakan tentang silinder terakhir, ketik +512M untuk menciptakan partisi sebesar 512MB. Setelah itu, ketik t untuk menetapkan tipe partisi, 2 untuk memilih partisi yang baru anda ciptakan, lalu ketikkan 82 untuk menetapkan tipe partisi menjadi &#8220;Linux Swap&#8221;. Setelah anda menyelesaikan langkah-langkah di atas, anda akan mendapatkan tabel partisi seperti ini jika anda mengetik p:</p>
<p>Daftar Kode 3.8: Tabel partisi setelah partisi swap diciptakan</p>
<p>Command (m for help): p</p>
<p>Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes<br />
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders<br />
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes</p>
<p>Device Boot    Start       End    Blocks   Id  System<br />
/dev/hda1 *        1        14    105808+  83  Linux<br />
/dev/hda2         15        81    506520   82  Linux swap</p>
<p>Menciptakan Partisi Root</p>
<p>Terakhir, mari kita ciptakan partisi root. Ketik n untuk menciptakan sebuah partisi baru, lalu p untuk memberitahukan fdisk bahwa anda menginginkan sebuah partisi primary. Lalu, ketik 3 untuk menciptakan partisi primary ketiga, yaitu /dev/hda3. Jika anda ditanyakan tentang silinder pertama, tekan Enter. Ketika ditanyakan tentang silinder terakhir, tekan Enter, untuk menciptakan sebuah partisi sebesar sisa disk anda. Setelah menyelesaikan langkah-langkah di atas, anda akan mendapatkan tabel partisi seperti di bawah ini jika anda mengetik p:</p>
<p>Daftar Kode 3.9: Tabel partisi setelah partisi root diciptakan</p>
<p>Command (m for help): p</p>
<p>Disk /dev/hda: 30.0 GB, 30005821440 bytes<br />
240 heads, 63 sectors/track, 3876 cylinders<br />
Units = cylinders of 15120 * 512 = 7741440 bytes</p>
<p>Device Boot    Start       End    Blocks   Id  System<br />
/dev/hda1 *        1        14    105808+  83  Linux<br />
/dev/hda2         15        81    506520   82  Linux swap<br />
/dev/hda3         82      3876  28690200   83  Linux</p>
<p>Menyimpan Tabel Partisi</p>
<p>Untuk menyimpan tabel partisi dan keluar dari fdisk, ketik w.</p>
<p>Daftar Kode 3.10: Simpan dan keluar dari fdisk</p>
<p>Command (m for help): w</p>
<p>Sekarang setelah semua partisi anda siap, anda dapat melanjutkan ke Menciptakan Filesystem.</p>
<p>4.d. Menciptakan Filesystem</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Setelah semua partisi anda diciptakan, sekarang saatnya untuk menempatkan filesystem di partisi tersebut. Jika anda tidak yakin dengan filesystem apa yang harus anda pilih dan puas dengan apa yang kami gunakan di buku pegangan ini, lanjutkan ke Menciptakan Filesystem di Partisi. Jika tidak, baca terus untuk mengetahui filesystem-filesystem yang tersedia&#8230;</p>
<p>Filesystem</p>
<p>Ada beberapa filesystem yang tersedia. Sebagian di antaranya dianggap stabil di arsitektur arm dan sebagian lainnya masih dalam tahap percobaan. ext2 dan ext3 telah dianggap stabil. JFS, XFS dan ReiserFS mungkin sudah bisa anda gunakan, tetapi masih harus diuji. Jika anda senang melakukan pengujian, anda boleh mencoba filesystem lain.</p>
<p>ext2 adalah filesystem asli Linux yang telah terpercaya, tetapi belum memiliki metadata journaling, yang artinya, pemeriksaan filesystem ext2 pada saat boot bisa memakan waktu yang cukup lama. Sekarang sudah tersedia banyak filesystem baru dengan dukungan jurnal yang tidak memakan waktu lama pada saat pemeriksaan. Filesystem seperti ini biasanya lebih dipilih ketimbang filesystem lain yang belum memiliki dukungan jurnal. Filesystem dengan dukungan jurnal dapat mencegah waktu tunda yang cukup lama ketika pemeriksaan berlangsung pada saat boot.</p>
<p>ext3 adalah filesystem ext2 dengan dukungan jurnal, menyediakan metadata journaling agar dapat melakukan perbaikan dengan cepat, juga memiliki keutamaan lainnya seperti full data dan ordered data journaling. Filesystem ini menggunakan HTree index yang dapat memberikan performa tinggi pada hampir semua keadaan. Pendek kata, ext3 adalah filesystem yang sangat bagus dan dapat diandalkan. Ext3 dianjurkan untuk digunakan pada semua platform untuk semua kebutuhan.</p>
<p>JFS adalah filesystem dari IBM yang memiliki dukungan jurnal. JFS adalah filesystem yang ringan, kencang dan stabil, berbasis B+tree, memiliki performa tinggi pada berbagai keadaan.</p>
<p>ReiserFS adalah filesystem berbasis B+tree-based dan secara umum memiliki performa yang cukup bagus, terutama ketika menangani file-file berukuran kecil (dengan menggunakan putaran CPU yang cukup banyak). Kelihatannya ReiserFS sudah tidak mendapatkan penanganan dan perbaikan yang cukup jika dibandingkan dengan filesystem lain.</p>
<p>XFS adalah filesystem dengan dukungan metadata journaling dan memiliki sejumlah fitur yang sangat bagus dan teroptimasi untuk skalabilitas. XFS kurang bertoleransi dengan hardware yang bermasalah.</p>
<p>Menciptakan Filesystem di Partisi</p>
<p>Untuk menciptakan filesystem di sebuah partisi, anda dapat menggunakan beberapa utilitas yang tersedia untuk setiap filesystem:<br />
Filesystem 	Perintah<br />
ext2 	mke2fs<br />
ext3 	mke2fs -j<br />
reiserfs 	mkreiserfs<br />
xfs 	mkfs.xfs<br />
jfs 	mkfs.jfs</p>
<p>Sebagai contoh, untuk menciptakan filesystem ext2 di partisi boot (/dev/hda1 pada contoh kita) dan ext3 di partisi root (/dev/hda3 pada contoh kita), anda perlu menjalankan:</p>
<p>Daftar Kode 4.1: Menciptakan filesystem di partisi</p>
<p># mke2fs /dev/hda1<br />
# mke2fs -j /dev/hda3</p>
<p>Sekarang ciptakan filesystem di seluruh partisi anda.</p>
<p>Mengaktifkan Partisi Swap</p>
<p>mkswap adalah perintah untuk menciptakan partisi swap:</p>
<p>Daftar Kode 4.2: Menciptakan partisi swap</p>
<p># mkswap /dev/hda2</p>
<p>Untuk mengaktifkan partisi swap, gunakan swapon:</p>
<p>Daftar Kode 4.3: Mengaktifkan partisi swap</p>
<p># swapon /dev/hda2</p>
<p>Ciptakan dan aktifkan swap seperti contoh di atas.</p>
<p>4.e. Mount</p>
<p>Setelah semua partisi anda memiliki filesystemnya masing-masing, sekarang saatnya untuk me-mount partisi-partisi tersebut. Gunakan perintah mount. Jangan lupa untuk menciptakan direktori-direktori mount yang diperlukan untuk setiap partisi anda. Sebagai contoh, kita akan me-mount partisi root dan boot:</p>
<p>Daftar Kode 5.1: Mount partisi</p>
<p># mount /dev/hda3 /mnt/gentoo<br />
# mkdir /mnt/gentoo/boot<br />
# mount /dev/hda1 /mnt/gentoo/boot</p>
<p>Catatan: Jika anda ingin menempatkan /tmp di partisi terpisah, jangan lupa ganti perizinannya setelah proses mount: chmod 1777 /mnt/gentoo/tmp. Hal ini juga berlaku untuk /var/tmp.</p>
<p>Kita juga perlu me-mount filesystem proc (penghubung kernel virtual) di /proc. Tetapi, pertama kita perlu menempatkan file-file kita di partisi.</p>
<p>Lanjutkan ke Instalasi File-file Instalasi Gentoo.<br />
5. Instalasi File Instalasi Gentoo</p>
<p>5.a. Instalasi Stage</p>
<p>Pengaturan tanggal/jam</p>
<p>Sebelum melanjutkan, anda perlu memeriksa tanggal/waktu sistem anda dan memperbaruinya. Jam yang tidak diatur dengan benar dapat menyebabkan hasil yang aneh nantinya!</p>
<p>Untuk mengetahui tanggal/waktu sistem saat ini, jalankan date:</p>
<p>Daftar Kode 1.1: Memeriksa tanggal/waktu</p>
<p># date<br />
Fri Mar 29 16:21:18 UTC 2005</p>
<p>Jika tanggal/waktu yang ditampilkan salah, perbaruilah dengan perintah date MMDDhhmmYYYY (Month/bulan, Day/hari, hour/jam, minute/menit, dan Year/tahun). Untuk saat ini anda harus menggunakan waktu UTC. Anda dapat menentukan zona waktu anda nanti. Misalnya, untuk mengatur tanggal menjadi 29 Maret, 16:21 di tahun 2005:</p>
<p>Daftar Kode 1.2: Pengaturan tanggal/waktu UTC</p>
<p># date 032916212005</p>
<p>Menentukan pilihan</p>
<p>Langkah selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah menginstal tarbal stage3 ke sistem anda. Anda memiliki pilihan untuk mendownload tarbal yang diperlukan dari internet atau, jika anda boot dari salah satu CD atau LiveDVD Instalasi Universal Gentoo, salin stage tersebut dari CD. Jika anda memiliki CD Universal dan stage yang anda inginkan tersedia di CD, mendownloadnya lagi dari internet hanya menyia-nyiakan waktu dan bandwidth karena file stage tersebut biasanya sama. Perintah uname -m dapat digunakan untuk membantu anda memutuskan stage mana yang harus didownload.</p>
<p>CD Minimal dan LiveCD tidak berisi stage3, namun LiveDVD memilikinya.</p>
<p>    * Default: Menggunakan Stage dari Internet<br />
    * Alternatif: Menggunakan Stage dari CD Universal</p>
<p>5.b. Default: Menggunakan Stage dari Internet</p>
<p>Download tarbal stage</p>
<p>Masuklah ke titik mount Gentoo tempat anda me-mount filesystem anda (kemungkinan besar /mnt/gentoo):</p>
<p>Daftar Kode 2.1: Masuk ke titik mount Gentoo</p>
<p># cd /mnt/gentoo</p>
<p>Tergantung pada media instalasi anda, tersedia beberapa utilitas untuk mendownload stage. Jika program links tersedia, maka anda dapat langsung membuka daftar mirror Gentoo dan memilih mirror yang dekat dengan anda.</p>
<p>Jika links tidak tersedia, anda seharusnya memiliki lynx. Jika anda harus melewati proxy, export-lah variabel http_proxy dan ftp_proxy:</p>
<p>Daftar Kode 2.2: Pengaturan informasi proxy untuk lynx</p>
<p># export http_proxy=&#8221;http://proxy.server.com:port&#8221;<br />
# export ftp_proxy=&#8221;http://proxy.server.com:port&#8221;</p>
<p>Sekarang kami anggap anda sudah memiliki links.</p>
<p>Masuk ke direktori ${release-dir}. Di sana, anda seharusnya akan melihat semua file stage yang tersedia untuk arsitektur anda (mungkin disimpan di dalam subdirektori tiap sub arsitektur). Pilih satu lalu tekan D untuk mendownloadnya. Setelah selesai, tekan Q untuk keluar dari browser.</p>
<p>Daftar Kode 2.3: Membuka daftar mirror dengan links</p>
<p># links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml</p>
<p>(Jika anda memerlukan dukungan proxy dengan links:)<br />
# links -http-proxy proxy.server.com:8080 http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml</p>
<p>Pastikan anda mendownload tarbal stage3 &#8211; instalasi dengan tarbal stage1 atau stage2 sudah tidak lagi didukung.</p>
<p>Jika anda ingin memeriksa keadaan tarbal stage yang anda download, gunakan program md5sum dan bandingkan hasilnya dengan checksum MD5 yang disediakan di mirror.</p>
<p>Daftar Kode 2.4: Pemeriksaan keadaan tarbal stage</p>
<p># md5sum -c ${stage3}.DIGESTS<br />
${stage3}: OK</p>
<p>Ekstrak tarbal stage</p>
<p>Sekarang ekstrak stage yang telah anda download ke sistem anda. Kita akan menggunakan tar, karena cara ini paling mudah:</p>
<p>Daftar Kode 2.5: Ekstrak stage</p>
<p># tar xvjpf stage3-*.tar.bz2</p>
<p>Pastikan anda menggunakan opsi-opsi yang sama (xvjpf). Opsi x merupakan singkatan dari Extract, opsi v adalah verbose untuk melihat apa saja yang sedang terjadi ketika proses ekstrak berlangsung (opsional), opsi j adalah Decompress with bz2, opsi p adalah Preserve permissions dan opsi f artinya ekstrak sebuah file, bukan standard input.</p>
<p>Catatan: CD Instalasi dan imej boot untuk beberapa arsitektur (mis. MIPS) bergantung pada tar yang dikompilasi di BusyBox yang untuk saat ini belum mendukung opsi v. Untuk itu gunakan opsi xjpf.</p>
<p>Setelah stage terinstal, lanjutkan ke Instalasi Portage.</p>
<p>5.c. Alternatif: Menggunakan Stage dari CD Universal</p>
<p>Ekstrak tarbal stage</p>
<p>Stage-stage di CD berada di dalam direktori /mnt/cdrom/stages. Untuk menampilkan daftar stage yang tersedia, gunakan perintah ls:</p>
<p>Daftar Kode 3.1: Melihat stage yang tersedia</p>
<p># ls /mnt/cdrom/stages</p>
<p>Jika sistem anda memberikan pesan error, anda mungkin perlu me-mount CD-ROM anda terlebih dahulu:</p>
<p>Daftar Kode 3.2: Mount CD-ROM</p>
<p># ls /mnt/cdrom/stages<br />
ls: /mnt/cdrom/stages: No such file or directory<br />
# mount /dev/cdroms/cdrom0 /mnt/cdrom<br />
# ls /mnt/cdrom/stages</p>
<p>Sekarang masuklah ke mountpoint Gentoo (biasanya /mnt/gentoo):</p>
<p>Daftar Kode 3.3: Masuk ke /mnt/gentoo</p>
<p># cd /mnt/gentoo</p>
<p>Sekarang kita akan mengekstrak tarbal stage pilihan anda dengan tar. Pastikan anda menggunakan opsi-opsi yang sama (-xvjpf). Argumen v tidak harus digunakan dan tidak didukung oleh beberapa versi tar. Pada contoh berikut ini, kita mengekstrak tarbal stage stage3&#8211;2008.0.tar.bz2. Jangan lupa untuk mengganti nama tarbal tersebut dengan nama stage anda.</p>
<p>Daftar Kode 3.4: Ekstrak tarbal stage</p>
<p># tar xvjpf /mnt/cdrom/stages/stage3&#8211;2008.0.tar.bz2</p>
<p>Setelah stage terinstal, lanjutkan ke Instalasi Portage.</p>
<p>5.d. Instalasi Portage</p>
<p>Instalasi snapshot portage</p>
<p>Sekarang anda harus menginstal snapshot portage, yaitu kumpulan file yang menginformasikan Portage tentang software apa saja yang dapat anda instal, profil apa saja yang tersedia, dll.</p>
<p>Download dan instalasi snapshot portage</p>
<p>Masuklah ke titik mount tempat anda me-mount filesystem anda. (biasanya di /mnt/gentoo):</p>
<p>Daftar Kode 4.1: Masuk ke titik mount Gentoo</p>
<p># cd /mnt/gentoo</p>
<p>Jalankan links (atau lynx) kemudian masuk ke daftar mirror Gentoo. Pilih mirror yang dekat dengan lokasi anda kemudian masuk ke direktori snapshots/. Dari sana, downloadlah snapshot Portage terbaru (portage-latest.tar.bz2) dengan memilih, kemudian menekan D.</p>
<p>Daftar Kode 4.2: Membuka daftar mirror Gentoo</p>
<p># links http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml</p>
<p>Sekarang keluar dari browser dengan menekan Q. Anda telah memiliki snapshot Portage di /mnt/gentoo.</p>
<p>Jika anda ingin memeriksa integritas snapshot yang baru di-download, gunakan md5sum kemudian bandingkan output-nya dengan MD5 checksum yang tersedia di mirror.</p>
<p>Daftar Kode 4.3: Memeriksa integritas snapshot portage</p>
<p># md5sum -c portage-latest.tar.bz2.md5sum<br />
portage-latest.tar.bz2: OK</p>
<p>Pada langkah selanjutnya, kita akan mengekstrak snapshot portage ke system anda. Pastikan anda menggunakan perintah yang sama; opsi terakhir merupakan huruf kapital C, bukan c.</p>
<p>Daftar Kode 4.4: Ekstrak snapshot portage</p>
<p># tar xvjf /mnt/gentoo/portage-latest.tar.bz2 -C /mnt/gentoo/usr</p>
<p>5.e. Konfigurasi Opsi Kompilasi</p>
<p>Pendahuluan</p>
<p>Untuk mengoptimasi Gentoo, anda dapat mengatur beberapa variabel yang mengendalikan tingkah laku Portage. Variabel-variabel tersebut dapat ditetapkan sebagai variabel lingkungan (dengan perintah export) tetapi tidak permanen. Untuk menyimpan pengaturan anda, Portage menyediakan file /etc/make.conf, yaitu file konfigurasi Portage. File inilah yang akan kita edit sekarang.</p>
<p>Catatan: Daftar variabel-variabel lengkap yang diberikan komentar bisa anda baca di /mnt/gentoo/etc/make.conf.example. Agar proses instalasi Gentoo anda sukses, anda hanya perlu mengatur variabel-variabel yang dijelaskan di bawah ini.</p>
<p>Jalankan editor favorit anda (pada dokumen ini, kami menggunakan nano) agar anda dapat mengubah variabel-variabel optimasi yang akan kami jelaskan.</p>
<p>Daftar Kode 5.1: Membuka /etc/make.conf</p>
<p># nano -w /mnt/gentoo/etc/make.conf</p>
<p>Seperti yang anda lihat, file make.conf.example diurutkan dengan cara yang umum: baris-baris yang merupakan komentar dimulai dengan tanda &#8220;#&#8221;, baris-baris lain menentukan variabel dengan sintaks VARIABLE=&#8221;content&#8221;. File make.conf menggunakan sintaks yang sama. Sebagian dari variabel tersebut akan kita diskusikan nanti.</p>
<p>CHOST</p>
<p>Variabel CHOST menentukan untuk arsitektur apa gcc harus mengkompilasi program. Variabel ini seharusnya sudah diisi dengan nilai yang benar. Jangan diubah karena bisa merusak sistem anda. Jika menurut anda variabel CHOST tidak benar, anda mungkin menggunakan tarbal stage3 yang salah.</p>
<p>CFLAGS dan CXXFLAGS</p>
<p>Variabel CFLAGS dan CXXFLAGS menentukan flag-flag optimasi untuk compiler C dan C++ gcc. Walaupun kita menetapkan variabel tersebut secara umum di sini, anda hanya akan mendapatkan performa maksimal jika anda mengoptimasi flag-flag ini untuk setiap program secara terpisah. Alasannya adalah, karena setiap program berbeda.</p>
<p>di file make.conf, anda sebaiknya menentukan flag-flag optimasi yang anda rasa akan membuat sistem anda lebih responsif secara umum. Jangan gunakan nilai-nilai percobaan pada variabel ini; optimasi yang terlalu tinggi dapat membuat program bertingkah laku aneh (crash, atau bahkan, tidak dapat berfungsi sama sekali).</p>
<p>Kami tidak akan menjelaskan semua opsi optimasi. Jika anda ingin mengetahui opsi-opsi tersebut, bacalah Manual Online GNU atau halaman info gcc (info gcc &#8212; hanya dapat dijalankan pada sistem Linux). File make.conf.example sendiri berisi banyak contoh dan informasi; jangan lupa untuk membaca file ini juga.</p>
<p>Pengaturan pertama adalah flag -march= atau -mcpu= yang menentukan nama arsitektur. Opsi-opsi yang mungkin dipakai dijelaskan di file make.conf.example (sebagai komentar).</p>
<p>Pengaturan kedua adalah flag -O (O adalah huruf besar O, bukan nol), yang menentukan tingkatan optimasi gcc. Tingktan yang tersedia adalah s (optimasi size/ukuran), 0 (nol &#8211; tidak dioptimasi), 1, 2 atau 3 untuk optimasi kecepatan (setiap tingkatan memiliki flag yang sama dengan tingkatan sebelumnya, dengan beberapa tambahan). -O2 adalah pengaturan default yang dianjurkan.</p>
<p>Flag-flag optimasi populer lainnya adalah -pipe (gunakan pipe daripada file-file sementara untuk berkomunikasi antara berbagai stage pada saat kompilasi).</p>
<p>Kami ingatkan anda bahwa penggunaan -fomit-frame-pointer (tidak menyimpan pointer frame di register untuk fungsi-fungsi yang tidak memerlukannya) kemungkinan bisa berakibat serius ketika melakukan debug pada beberapa aplikasi!</p>
<p>Ketika anda menetapkan variabel CFLAGS dan CXXFLAGS, anda sebaiknya mengkombinasikan beberapa flag-flag optimasi. Nilai default dari stage3 sudah cukup bagus. Berikut ini hanyalah contoh:</p>
<p>Daftar Kode 5.2: Menentukan variabel CFLAGS dan CXXFLAGS</p>
<p>CFLAGS=&#8221;${CFLAGS}&#8221;<br />
# Menggunakan pengaturan yang sama untuk kedua variabel<br />
CXXFLAGS=&#8221;${CFLAGS}&#8221;</p>
<p>MAKEOPTS</p>
<p>Pada variabel MAKEOPTS, anda dapat menentukan berapa banyak kompilasi paralel yang akan dijalankan ketika anda menginstal sebuah paket. Pilihan yang bagus adalah jumlah CPU di sistem anda tambah satu, tetapi aturan ini tidaklah selalu sempurna.</p>
<p>Daftar Kode 5.3: MAKEOPTS untuk sistem 1 CPU umum</p>
<p>MAKEOPTS=&#8221;-j2&#8243;</p>
<p>Siap, Mulai!</p>
<p>Edit file /mnt/gentoo/etc/make.conf sesuai dengan kebutuhan anda lalu simpan (pengguna nano harus menekan Ctrl-X). Anda sekarang dapat melanjutkan ke Instalasi Sistem Dasar Gentoo.<br />
6. Instalasi Sistem Dasar Gentoo</p>
<p>6.a. Chroot</p>
<p>Opsional: Memilih Mirror</p>
<p>Untuk mendownload source code dengan cepat, anda dianjurkan untuk memilih sebuah mirror yang kencang. Portage akan memeriksa variable GENTOO_MIRRORS di /etc/make.conf dan menggunakan mirror yang tercantum. Anda bisa melihat daftar mirror kami dan mencari satu mirror (atau lebih) yang dekat dengan anda (karena biasanya inilah yang paling kencang), tetapi kami juga menyediakan sebuah utilitas mirrorselect yang menyediakan antarmuka yang bagus bagi anda untuk memilih mirror yang anda inginkan.</p>
<p>Daftar Kode 1.1: Menggunakan mirrorselect untuk variabel GENTOO_MIRRORS</p>
<p># mirrorselect -i -o &gt;&gt; /mnt/gentoo/etc/</p>
<p>Peringatan: Jangan memilih mirror IPv6 apapun. Stage kami untuk saat ini belum mendukung IPv6.</p>
<p>Pengaturan penting kedua adalah SYNC di make.conf. Variabel ini berisi server rsync yang ingin anda gunakan ketika memperbarui pohon Portage anda (kumpulan ebuild, skrip yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan oleh Portage untuk mendownload dan menginstal software). Walaupun anda boleh menentukan server SYNC secara manual, mirrorselect dapat memudahkannya untuk anda:</p>
<p>Daftar Kode 1.2: Memilih mirror rsync dengan mirrorselect</p>
<p># mirrorselect -i -r -o &gt;&gt; /mnt/gentoo/etc/make.conf</p>
<p>Setelah menjalankan mirrorselect, sebaiknya anda memeriksa kembali semua pengaturan di /mnt/gentoo/etc/make.conf.</p>
<p>Informasi DNS</p>
<p>Satu hal yang masih harus dilakukan sebelum kita memasuki lingkungan baru adalah menyalin informasi DNS di file /etc/resolv.conf. Anda harus melakukan langkah ini untuk memastikan koneksi jaringan anda tetap berfungsi setelah memasuki lingkungan baru. File /etc/resolv.conf berisi nameserver untuk jaringan anda.</p>
<p>Daftar Kode 1.3: Menyalin informasi DNS</p>
<p>(Opsi &#8220;-L&#8221; diperlukan untuk menghindari penyalinan symlink)<br />
# cp -L /etc/resolv.conf /mnt/gentoo/etc/resolv.conf</p>
<p>Mount filesystem /proc dan /dev</p>
<p>Mount filesystem /proc ke /mnt/gentoo/proc agar proses instalasi dapat menggunakan informasi dari kernel walaupun berada di lingkungan chroot, kemudian mount-bind filesystem /dev.</p>
<p>Daftar Kode 1.4: Mount /proc dan /dev</p>
<p># mount -t proc none /mnt/gentoo/proc<br />
# mount -o bind /dev /mnt/gentoo/dev</p>
<p>Memasuki lingkungan baru</p>
<p>Setelah semua partisi diciptakan dan lingkungan dasar terinstal, sekarang saatnya untuk memasuki lingkungan instalasi baru kita dengan melakukan chroot ke dalamnya. Artinya, kita berpindah tempat dari lingkungan instalasi kita saat ini (CD Instalasi atau media instalasi lain) ke sistem instalasi anda (yaitu partisi-partisi yang baru diciptakan).</p>
<p>Proses chroot ini dilakukan dengan tiga langkah. Pertama, kita akan memindahkan root dari / (di media instalasi) ke /mnt/gentoo (di partisi anda) dengab perintah chroot. Kemudian, kita akan menciptakan sebuah lingkungan baru dengan perintah env-update, yang akan menciptakan variabel-variabel lingkungan. Terakhir, kita akan memuat variabel-variabel tersebut dengan perintah source.</p>
<p>Daftar Kode 1.5: Melakukan chroot ke lingkungan baru</p>
<p># chroot /mnt/gentoo /bin/bash<br />
# env-update<br />
&gt;&gt; Regenerating /etc/ld.so.cache&#8230;<br />
# source /etc/profile<br />
# export PS1=&#8221;(chroot) $PS1&#8243;</p>
<p>Selamat! Sekarang anda sudah berada di lingkungan Gentoo Linux baru anda. Tentu saja, ini masih jauh dari selesai, karena proses instalasi masih memiliki beberapa bagian lagi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>6.b. Konfigurasi Portage</p>
<p>Memperbarui pohon Portage</p>
<p>Sekarang anda harus memperbarui pohon Portage anda ke versi yang paling baru. emerge &#8211;sync dapat melakukannya untuk anda.</p>
<p>Daftar Kode 2.1: Memperbarui pohon portage</p>
<p># emerge &#8211;sync<br />
(Jika anda menggunakan terminal (konsol) yang lambat seperti beberapa<br />
konsol framebuffer atau konsol serial, anda dapat menambahkan opsi &#8211;quiet<br />
untuk mempercepat proses ini:)<br />
# emerge &#8211;sync &#8211;quiet</p>
<p>Jika anda menggunakan firewall yang menghalangi jalur rsync, anda dapat menggunakan emerge-webrsync yang akan mendownload dan menginstal snapshot portage untuk anda.</p>
<p>Jika anda mendapatkan pesan bahwa versi Portage yang lebih baru telah tersedia dan anda sebaiknya memperbarui portage, anda harus melakukannya sekarang juga dengan perintah emerge &#8211;oneshot portage.</p>
<p>Memilih profil yang sesuai</p>
<p>Pertama, penjelasan singkat tentang profil.</p>
<p>Profil adalah sebuah blok bangunan untuk sitem Gentoo. Profil tidak hanya menentukan nilai-nilai default untuk CHOST, CFLAGS dan variabel penting lainnya, tetapi juga mengunci sistem pada versi-versi paket dalam tingkatan tertentu.</p>
<p>Sebelumnya, profil jarang sekali disentuh oleh pengguna. Namun begiru, ada beberapa situasi ketika anda dapat memutuskan apakah penggantian profil memang diperlukan.</p>
<p>Anda dapat mengetahui profil yang sedang anda gunakan sekarang dengan perintah berikut:</p>
<p>Daftar Kode 2.2: Memeriksa profil sistem</p>
<p># ls -FGg /etc/make.profile<br />
lrwxrwxrwx  1 48 Apr  8 18:51 /etc/make.profile -&gt; ../usr/portage/profiles/${profile}</p>
<p>Profil default menyediakan sistem berbasis kernel 2.6. Inilah profil default yang dianjurkan, namun anda juga memiliki opsi untuk memilih profil yang lain.</p>
<p>Tersedia juga subprofil desktop dan server untuk sebagian arsitektur. Lihatlah isi profil 2008.0 untuk mengetahui apakah subprofil untuk arsitektur anda tersedia. Anda juga mungkin ingin melihat file make.defaults dari subprofil desktop untuk mengetahui apakah isinya sesuai dengan kebutuhan anda.</p>
<p>Setelah melihat semua profil yang tersedia untuk arsitektur anda, anda boleh mengganti profil jika ingin:</p>
<p>Daftar Kode 2.3: Mengganti profil</p>
<p># ln -snf /usr/portage/profiles/ /etc/make.profile</p>
<p>Konfigurasi variabel USE</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=20&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/09/install-gentoo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INSTAL PAKET</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/instal-paket-2/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/instal-paket-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Install paket Untuk menginstall sebuah paket, anda dapat menggunakan rpm dengan menambahkan option -i dan nama paket yang akan anda install. Contoh penggunaan perintah tersebut seperti dibawah ini : # rpm -i ed-0.2-17.i386.rpm Jika anda menghendaki untuk dapat melihat proses instalasi, tambahkan option -vh seperti berikut ini : # rpm -ivh ed-0.2-17.i386.rpm Jika paket yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=17&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="standard" style="text-align:justify;"><span style="font-size:16pt;">Install paket</span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk menginstall sebuah paket, anda dapat menggunakan <em>rpm </em>dengan menambahkan option <em>-i </em>dan nama paket yang akan anda install. Contoh penggunaan perintah tersebut seperti dibawah ini :</span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"># rpm -i ed-0.2-17.i386.rpm </span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika anda menghendaki untuk dapat melihat proses instalasi, tambahkan option <em>-vh </em>seperti berikut ini :</span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"># rpm -ivh ed-0.2-17.i386.rpm </span></p>
<p class="standard" style="text-align:justify;line-height:10pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika paket yang akan anda install ternyata sudah terpasang pada sistem anda, maka akan terlihat seperti berikut :</span></p>
<p class="preformattedtext"><span style="font-family:Arial;"># rpm -ivh ed-1.0-1.i386.rpm</span></p>
<p class="preformattedtext"><span style="font-family:Arial;">ed package ed-1.0-1 is already installed</span></p>
<p class="preformattedtext"><span style="font-family:Arial;">error: ed-1.0-1.i386.rpm cannot be installed</span></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=17&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/instal-paket-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EDIT PICO</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-pico/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-pico/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[edit pico pico -w filename       Edit suatu text file, dengan menonaktif-                        kan fungsi word wrap, sangat berguna untuk meng-                        edit file seperti /etc/fstab.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=16&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">edit pico</span>

pico -w filename <span>      </span>Edit suatu text file, dengan menonaktif-

 <span>                      </span>kan fungsi word wrap, sangat berguna untuk meng-

 <span>                      </span>edit file seperti /etc/fstab.</pre>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=16&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-pico/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EDIT NANO AND VI</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-nano-and-vi/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-nano-and-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[edit nano and vi kalo di mesin servernya sudah terdapat nano sebagai editor, apabila belum bisa menggunakan commands vi #vi /etc/hostname.xl0 inet 222.124.159.210 255.255.255.248 NONE setelah memasukan IPnya kedalam masing-masing hostname, sekarang kita forward di /etc/sysctl.conf # sysctl net.inet.ip.forwarding=1 net.inet.ip.forwarding: 0 -&#62; 1   setelah di forward, kita tinggal menseting /etc/pf.conf n<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=15&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:16pt;font-family:Algerian;color:black;">edit nano and vi</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:black;">kalo di mesin servernya sudah terdapat <em>nano</em> sebagai editor, apabila belum bisa menggunakan commands <em>vi</em></span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:black;">#vi /etc/hostname.xl0</span></p>
<p>inet 222.124.159.210 255.255.255.248 NONE</p>
<p><span style="font-family:&quot;">setelah memasukan IPnya kedalam masing-masing hostname, sekarang kita forward di /etc/sysctl.conf<br />
# <strong>sysctl net.inet.ip.forwarding=1</strong></span></p>
<pre><span style="font-family:&quot;">net.inet.ip.forwarding: 0 -&gt; 1</span> <span style="font-family:&quot;"><span> </span></span><span> </span><span style="font-family:&quot;">setelah di forward, kita tinggal menseting /etc/pf.conf n</span></pre>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=15&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/edit-nano-and-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LVM</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/lvm/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/lvm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[LVM Sebenarnya Apa sih LVM itu ? LVM adalah singkatan dari [b]Logical Volume Manager[/b]. Dengan LVM ini pengaturan space dan partisi dalam harddisk menjadi lebih dari sekedar pengertian tradisional device dan partisi yang biasa kita ketahui selama ini. Secara tradisional, kita mengenal harddisk dari device namenya yaitu /dev/hda, /dev/hdb, dstnya utk harddisk IDE dan /dev/sda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=14&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">LVM</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Sebenarnya Apa sih LVM itu ? LVM adalah singkatan dari [b]Logical Volume Manager[/b]. Dengan LVM ini pengaturan space dan partisi dalam harddisk menjadi lebih dari sekedar pengertian tradisional device dan partisi yang biasa kita ketahui selama ini. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Secara tradisional, kita mengenal harddisk dari device namenya yaitu /dev/hda, /dev/hdb, dstnya utk harddisk IDE dan /dev/sda, /dev/sdb dstnya untuk SCSI, dan partisi2nya seperti /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/sda1, /dev/sda2 dstnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Trus mungkin dibenah Anda akan bertanya apa ada yang salah dengan pengaturan partisi seperti yang selama ini saya lakukan ? Tidak ada yang salah tentang bagaimana bentuk dan stuktur partisi apa yang telah Anda alokasikan untuk Linux Anda. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Tentu beberapa waktu yang lalu ketika kita baru pertama kali belajar mengistall Linux, kita pasti bertanya-tanya bagaimana schema partisi yang sebaiknya kita pakai di Linux ? Jawaban yang paling sering diungkapkan adalah sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Benar !!! </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Mengapa begitu ?<br />
Sebab kalau kita sampai salah mempartisi, dan kemudian ternyata partisi tersebut habis spacenya, maka akan cukup sulit dan memakan waktu untuk membetulkannya. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Namun, tidak demikian jika kita menggunakan LVM. Dengan LVM, harddisk dibagi-bagi menjadi beberapa level Volume, yaitu Physical Volume, Volume Group, dan Logical Volume</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=14&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/lvm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADD REMOVE PROGRAM</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/add-remove-program/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/add-remove-program/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[ADD REMOVE PROGRAM etelah dikenalkan atau baru saja meng-install Linux, biasanya newbie akan bertanya kalimat yang menjadi topik tulisan ini, Add Remove Program-nya mana? Sebuah pertanyaan klasik hasil dari sebuah kebiasaan yang mengekang kebebasan berpikir dan berkarya (kebiasaan yang menutup budaya keterbukaan) (?). Untungnya (sangat wajar sebenarnya) Linux sudah disertai dengan program aplikasi yang menyediakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=13&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;">ADD REMOVE PROGRAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">etelah dikenalkan atau baru saja meng-<em>install</em> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Linux">Linux</a>, biasanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Newbie"><em>newbie</em></a> akan bertanya kalimat yang menjadi topik tulisan ini, <em><strong>Add Remove Program</strong></em><strong>-nya mana?</strong> Sebuah pertanyaan klasik hasil dari sebuah kebiasaan yang mengekang kebebasan berpikir dan berkarya (kebiasaan yang menutup budaya keterbukaan) (?).</span></p>
<p>Untungnya (sangat wajar sebenarnya) Linux sudah disertai dengan program aplikasi yang menyediakan fasilitas untuk memanajemen <em>software</em>-nya, termasuk di dalamnya program interface untuk <em>install</em>, <em>uninstall</em>, dan <em>updating software</em> secara berkala dan otomatis. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yellow_dog_Updater%2C_Modified">YUM</a> biasa digunakan oleh distro <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Red_Hat_Linux">RedHat</a> (termasuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fedora_Core">Fedora Core</a>), <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apt_get">APT-GET</a> untuk distro <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Debian_GNU/Linux">Debian GNU/Linux</a> dan turunannya (Knoppix, <a href="http://kuliax.duniasemu.org/">Kuliax</a>, dsb.), <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Slackware">Slackware</a> menggunakan <a href="http://slaktool.sourceforge.net/">Slacktool</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/SUSE_Linux">SuSE Linux</a> (termasuk <a href="http://en.opensuse.org/">openSUSE</a>) sangat terkenal dengan tool <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yast">YaST</a>-nya, dan distro-distro lain menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Package_management_system">software management</a>-nya masing-masing.</p>
<p>Proses “add remove program” dengan menggunakan <a href="http://en.opensuse.org/YaST_Software_Management">YaST Software Management</a> menjadi pembahasan pada tulisan kali ini, saya memilih tool (dan karena saya <em>concern</em> menggunakan distro openSUSE) ini karena saya berpendapat bahwa YaST-nya SUSE Linux benar-benar <em>tool</em> yang tidak hanya <em>relible</em> tapi juga membawa paradigma baru–tidak terlalu berbeda dengan tool <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Windows_Control_Panel#Add_or_Remove_Programs">Add Remove</a>/Control Panel-nya Windows–yang mudah dipahami dan digunakan <em>newbie</em>; user yang baru saja bermigrasi dari Windows ke Linux. Alhasil, <em>newbie</em> tersebut bisa terbantu dan tidak terlalu kaget ketika harus belajar sesuatu yang baru.</p>
<p>Memang tidak semua <em>habitual</em> dan <em>usability</em> di Windows bisa disediakan di Linux, tapi <em>at least</em>, user jadi terbantu dan tidak terlalu kaget dengan banyak hal baru di linux. dan akhirnya kita bisa mengganti padanan fungsi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Windows_Control_Panel">Windows Control Panel</a> di SuSE Linux dengan YaST.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=13&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/add-remove-program/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAID</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/raid/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/raid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 12:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[RAID RAID itu singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks. Intinya, adalah penggunaan multiple hardisk untuk mencapai performance tertentu. Ada beberapa level RAID. Detailnya bisa dilihat di sini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=12&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;">RAID</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">RAID itu singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disks. Intinya, adalah penggunaan multiple hardisk untuk mencapai performance tertentu. Ada beberapa level RAID. Detailnya bisa dilihat di <a href="http://www.pcguide.com/ref/hdd/perf/raid/index.htm">sini.</a></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=12&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/05/02/raid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mount manual</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/mount-manual/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/mount-manual/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 08:52:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[ccMount Manual Mounting samba bisa dilakukan secara manual menggunakan konsole. Meski terbilang primitif , cara ini kadang diperlukan untuk memastikan apakah ada suatu kesalahan pada baris perintah yang kita lakukan. Mount pada folder yang hanya bisa diakses oleh user tertentu (butuh user name dan password) mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o username=UserSamba,password=PasswordSamba,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777 Contoh : mount [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=11&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ccMount Manual  Mounting samba bisa dilakukan secara manual menggunakan konsole. Meski terbilang primitif <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> , cara ini kadang diperlukan untuk memastikan apakah ada suatu kesalahan pada baris perintah yang kita lakukan.  Mount pada folder yang hanya bisa diakses oleh user tertentu (butuh user name dan password) mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o username=UserSamba,password=PasswordSamba,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777  Contoh :  mount -t cifs //192.168.0.1/Warehouse /home/vavai/Desktop/whs2 -o username=vavai,password=passwordvavai,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777  Penjelasan : &#8211; mount -t cifs adalah perintah untuk mount folder Samba. Jika menggunakan distro lain bisa diganti dengan perintah mount -t smbfs  &#8211; 192.168.0.1 adalah IP Address Server Samba. Jika menggunakan Nama HostName / Netbios, kita perlu melakukan setting pada file /etc/nsswitch.conf. Ini belum saya bahas pada panduan ini  &#8211; Warehouse adalah nama folder share. Nama folder share pada suatu komputer dapat dicheck dengan perintah smb://ip-address-server-samba pada Konqueror  &#8211; /home/vavai/Desktop/whs2 adalah nama folder tujuan untuk proses mounting. Folder ini harus sudah ada. Jika belum ada ya harus dibuat.  &#8211; -o username=vavai,password=passwordvavai, adalah nama dan password user samba  &#8211; iocharset=utf8, untuk memastikan proses konversi huruf / font. Pada komputer dengan font non latin, ada masalah jika opsi ini tidak didefinisikan.  &#8211; file_mode=0777,dir_mode=0777, perintah untuk memastikan bahwa folder atau file yang dibuat pada hasil mount bisa diakses dengan modus read dan write.  Cara ini memiliki kekurangan karena username dan password samba dibuat secara plaintext yang artinya bisa dilihat oleh orang lain dengan mudah. Untuk melindunginya, kita bisa menggunakan opsi file credentials, yang menyimpan user name dan password pada suatu file teks yang diletakkan difolder tertentu dan hanya bisa diakses oleh user tertentu.   Caranya adalah dengan membuat file teks, misalnya root/.filecredentials. Tanda titik pada file menunjukkan bahwa file ini berjenis hidden file. Buatlah file tersebut dengan text editor non GUI, misalnya dengan vi. Kenapa tidak dengan GUI Editor, karena file ini harus berisi perintah teks murni tanpa format macam-macam. Isilah file tersebut dengan isi sebagai berikut   username=UserSamba password=PasswordSamba  Lakukan chmod pada file tersebut agar hanya root yang bisa mengaksesnya, chmod 700 /root/.smbcredentials  Mount pada folder tanpa user name dan password : mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o guest,rw,iocharset=utf8,file_mode=0777,dir_mode=0777 Mount dengan akses read only mount -t cifs //NamaServerSamba-AtauIPAddressSamba/NamaShare /FolderUntukMount/NamaFolder -o guest,iocharset=utf8</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=11&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/mount-manual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>system tools</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/system-tools/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/system-tools/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 08:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[CD WRITER Sekarang, hampir semua komputer memiliki CD-Writer atau DVD-Writer yang dapat membantu kita membackup document, video, music dan file-file penting kita lainnya. Brasero merupakan aplikasi Burning yang memang dirancang untuk pengguna Desktop environment GNOME, dengan design interface yang user friendly para pengguna awam pun diharapkan dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ini, bisa di bilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=7&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CD WRITER</p>
<p>Sekarang, hampir semua komputer memiliki CD-Writer atau DVD-Writer yang dapat membantu kita membackup document, video, music dan file-file penting kita lainnya.</p>
<p>Brasero merupakan aplikasi Burning yang memang dirancang untuk pengguna Desktop environment GNOME, dengan design interface yang user friendly para pengguna awam pun diharapkan dapat dengan mudah menggunakan aplikasi ini, bisa di bilang user interface nya mirip dengan aplikasi K3b (aplikasi burning untuk dekstop KDE).</p>
<p>kelebihan dari aplikasi ini adalah, sangat ringan dan tidak memakan banyak resource komputer, tampilannya yang minimalis dan simple sehingga memudah kan user awam sekalipun, sedangkan kekurangan dari aplikasi ini yaitu masih kurang nya dokumentasi mengenai aplikasi dan ada beberapa bug yang masih harus di perbaiki.</p>
<p>Desktop sharing</p>
<p>Sebuah Remote Desktop atau umum disebut <a title="Desktop Sharing di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Desktop_sharing">desktop sharing</a>, pada umumnya dilakukan pada <a title="Jaringan Lokal di wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Local_Area_Network">jaringan lokal</a>. Selain karena faktor keamanan, juga karena untuk desktop sharing yang melalui internet, mesin yang akan disharing haruslah memiliki ip public atau <a title="Gateway di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gateway_%28computer_networking%29">Gateway</a> memang mengijinkan untuk mesin di lokal untuk disharing dari luar.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/bagol/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="vnc_logo.gif" width="120" height="105" align="left" /><!--[endif]-->Nah.. dalam tulisan kali ini.. desktop sharing akan dilakukan dari mesin yang berbeda jaringan, dan mesin yang disharing berada di belakang gateway dan menggunakan aplikasi <a title="Virtual Network Commputing di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/VNC">VNC</a>. Terus aplikasi penyedia desktop sharing adalah vncserver dan client desktop sharing menggunakan vncviewer. Kedua mesin yang di-sharing dan me-sharing sama sama menggunakan Linux tapi menggunakan <a title="Distro Linux di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Linux_distribution">distro</a> yang berbeda. Di gateway perlu berjalan <a title="Secure Shell di wikipedia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Secure_Shell">ssh</a> server, dan kita juga perlu memiliki akses ssh tersebut. Jika infrastruktur telah siap, maka untuk melakukan desktop sharing tinggal menggunakan perintah berikut</p>
<pre>vncviewer -via fathir@10.51.1.251 192.168.0.12:1</pre>
<p>Kemudian akan muncul autentikasi ssh-nya, setelah itu baru muncul autentikasi vncpasswd-nya</p>
<pre>faal@faal-desktop:~$ vncviewer -via fathir@10.51.100.251 192.168.0.12:1 VNC viewer version 3.3.7 - built Mar<span>  </span>8 2007 21:56:52 Copyright (C) 2002-2003 RealVNC Ltd. Copyright (C) 1994-2000 AT&amp;T Laboratories Cambridge. See http://www.realvnc.com for information on VNC. fathir@10.51.100.251's password: VNC server supports protocol version 3.3 (viewer 3.3) Password:</pre>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h4><span class="mw-headline">Terminal</span></h4>
<p>Aplikasi kontrol dengan menggunakan command linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Biasanya dilakukan untuk urusan adminstrator.</p>
<h4><span class="mw-headline">Print Manager</span></h4>
<p>Aplikasi yang digunakan untuk mengatur semua setingan untuk printer yang anda gunakan.</p>
<h4><span class="mw-headline">KDE Groupware wizard</span></h4>
<p>Kumpulan beberapa aplikasi yang sering digunakan untuk seperti halnya, kalkulator, address, project management yang digunakan di KDE.</p>
<p><strong>KERNEL</strong></p>
<p>Kernel Linux pada mulanya ditulis sebagai proyek hobi oleh pelajar universitas Finland Linus Torvalds yang belajar di Universitas Helsinki, untuk membuat kernel Minix yang gratis dan dapat diedit. (Minix adalah projek pelajaran menyerupai UNIX dibuat untuk mudah digunakan dan bukannya untuk digunakan secara komersial.) Versi 0.01 dikeluarkan ke Internet pada September 1991, Versi 0.02 pada 5 Oktober 1991. [1]</p>
<p>Berikutnya, beribu-ribu penulis program sukarelawan seluruh dunia telah menyertai proyek ini.</p>
<p>Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.</p>
<p>Walaupun kernel Linux dilisensikan di bawah GNU General Public License, ia bukannya sebesar dari proyek GNU.</p>
<p>Tux, seekor Pinguin, merupakan logo dan maskot bagi Linux. <em>Linux</em> adalah trademark (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai &#8220;Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi&#8221;. Trademark ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark <em>Linux</em> adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.</p>
<p class="MsoNormal"><a name="Distribusi_Linux"></a>Distribusi Linux</p>
<p><em>Lihat juga</em> Distribusi Linux</p>
<p>Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai <em>distro</em>) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (<em>installer program</em>).</p>
<p>Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (<em>shell</em>), dan aturcara utilitas seperti pustaka (<em>libraries</em>), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (<em>X-Window System</em>). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.</p>
<p>Contoh-contoh distribusi Linux :</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Ubuntu dan      derivatifnya : Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu</li>
<li class="MsoNormal">PCLinuxOS</li>
<li class="MsoNormal">Knoppix</li>
<li class="MsoNormal">Xandros</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">Konfigurasi</p>
<p>Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (<em>command line</em>) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.</p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=7&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/system-tools/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perintah dasar linux</title>
		<link>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/perintah-dasar-linux/</link>
		<comments>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/perintah-dasar-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 08:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salvyaherlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salvyaherlina.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Apakah LINUX? Linux, sebuah kata yang makin hari makin populer di dunia komputer tetapi masih sangat asing di telinga banyak orang. Kalimat &#8220;Linux adalah salah satu sistem operasi komputer&#8221; bukanlah merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat awam. Artikel ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai Linux. Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak yang memungkinkan terjadinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=5&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a name="top"></a><strong><span style="font-size:18pt;color:black;">Apakah LINUX?</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Linux, sebuah kata yang makin hari makin populer di dunia komputer tetapi masih sangat asing di telinga banyak orang.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Kalimat &#8220;<em>Linux adalah salah satu sistem operasi komputer</em>&#8221; bukanlah merupakan jawaban yang tepat bagi masyarakat awam. Artikel ini diharapkan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai Linux.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Sistem operasi komputer adalah perangkat lunak yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara manusia dan komputer serta memungkinkan aplikasi untuk berjalan di komputer.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Untuk lebih mudahnya dapat dikatakan bahwa: Windows™ adalah salah satu sistem operasi sehingga Linux adalah merupakan pilihan dan alternatif lain bagi yang menginginkan sistem operasi selain Windows™.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Sejarah Linux</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Linux dikembangkan oleh sejumlah pemrogram terbaik diseluruh dunia mencakup profesor, mahasiswa ilmu komputer, adminstrator sistem komputer sampai perusahaan besar. Inti dari Linux itu sendiri adalah KERNEL yang dikembangkan pada tahun 1991 oleh seorang Finlandia bernama Linus Torvalds. Pada tahun 1991 itulah Linus mengumumkan tentang Linux di newsgroup dan sejak tahun itu jugalah orang-orang yang tertarik untuk mengembangkan Linux di seluruh dunia mulai memulai proyek pengembangan Linux.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Mengapa orang tertarik untuk mengembangkan dan menggunakan Linux? Jawabannya sederhana: Linux dapat diperoleh dengan tanpa atau sedikit biaya, merupakan perangkat lunak open-source dan terbukti dapat diandalkan. Linux dilisensi dengan GNU Public Licence (GPL) yang mengharuskan source code atau &#8216;cara membuat/ memprogramnya&#8217; dilepaskan untuk umum. Hal ini membuat Linux dapat didistribusikan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan selama cara modifikasinya pun dilepaskan untuk umum.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Kelebihan Linux</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Sebuah paket distribusi Linux mempunyai banyak aplikasi dan dapat diperoleh dengan harga murah bahkan dapat diduplikat dan masih tetap legal . Mengambil contoh distribusi RedHat 5.2 dapat diperoleh dengan harga resmi $49.95 atau versi GPL-nya di Indonesia dengan harga Rp. 30.000 &#8211; Rp. 50.000 tergantung penjualnya. Aplikasinya antara lain adalah utilitas untuk bahasa program populer seperti C, C++, Pascal dan lainnya, tampilan grafis (GUI) dengan X windows dan beberapa window manager, perangkat server seperti Apache web server, wu-ftp ftp server, sendmail mail server dan lainnya, Netscape Communicator, perangkat image processing dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dengan sebuah CD distribusi kita bahkan dapat membuat servis internet atau intranet tergantung kebutuhan kita karena hampir semua aplikasi jaringan ada dalam Linux termasuk TCP/IP bahkan Appletalk, Ethernet, Novell IPX sampai jaringan radio paket.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Untuk jaringan berbasis Windows™, Linux pun menyediakan fasilitas Samba untuk menghubungkan dan mengemulasikan servis-servis Windows™.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Sekedar tambahan Linux didesain dari awal sebagai sebuah sistem operasi yang stabil. Oleh karena itu jarang sekali Linux mengalami kondisi crash dan apabila itu terjadi maka penyebab utamanya adalah aplikasi yang berjalan di Linux atau perangkat keras yang rusak. Kestabilan Linux sudah teruji dan pengukuran masa hidupnya didasari oleh minggu atau bulan dan bukan lagi jam atau hari. Kemungkinan untuk kebocoran memori atau &#8220;Press OK to crash&#8221; hampir tidak ditemui ketika mengoperasikan Linux.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Kekurangan Linux</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Citra yang telah beredar adalah hingga saat ini Linux masih belum terlalu sempurna untuk pengguna biasa dengan pola &#8220;memakai saja, kalau ada masalah, sekecil apapun, hubungi bagian dukungan teknis&#8221; yang sayang sekali sangat mendominasi penggunaan komputer pada umumnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Menggunakan Linux membutuhkan waktu, usaha dan pikiran yang lebih dari sekedar menggunakan komputer.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Tetapi hal diatas telah berubah dengan cepat karena sudah banyak usaha untuk mempermudah penggunaan Linux seperti yang dikembangkan oleh KDE dengan tampilan &#8216;ala Windows-nya, GNOME yang memungkinkan tampilan GUI Linux yang indah dan dapat diubah sesuai kehendak penggunanya.</span><span style="font-size:10pt;color:black;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Salah satu citra lain dari Linux adalah minimnya dukungan teknis yang baik serta terpercaya. Ini adalah citra masa lalu dan tetap menghantui perkembangan Linux. Dengan semakin diterimanya Linux di kalangan pengembang komputer maka semakin banyak pula perusahaan ataupun jasa-jasa dukungan teknis untuk Linux.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Kuatnya mitos &#8220;Makin mahal harganya makin bagus produknya&#8221; sangat memojokkan Linux sebagai sebuah sistem operasi yang murah (dari segi harga) dan dapat diandalkan. Tetapi dengan terjunnya perusahaan perangkat lunak dan keras terkenal seperti Netscape, Oracle, Informix bahkan Intel dalam pengembangan Linux dan aplikasinya maka dapat dipastikan dalam waktu dekat Linux dapat menduduki posisi yang sangat diperhitungkan untuk diinvestasikan dan digunakan sebagai tulang punggung perusahaan.</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Rangkuman</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Secara singkat Linux merupakan salah satu jalan di masa depan. Linux adalah sebuah sistem operasi yang handal, dapat dipercaya dan efisien untuk digunakan baik oleh individu maupun perusahaan. Dengan sedikit menukar pola pikir &#8220;membeli&#8221; menjadi &#8220;mengembangkan&#8221; maka Linux adalah sebuah alternatif yang sangat berharga bagi waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk memahaminya.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:100%;padding:0.75pt;" width="100%">
<p class="MsoNormal">Setting Jaringan di Linux</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span style="display:none;"> </span></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:0.75pt;" valign="top">
<p class="MsoNormal">
<h1>
<hr size="2" /></h1>
<p class="MsoNormal"><!-- Isi -->Menyambung artikel tentang perintah dasar pada   Linux, maka penulis akan menjelaskan lebih lanjut tentang setting jaringan di   Linux yang mungkin berguna bagi mereka yang baru belajar tentang Linux.<br />
Linux mempunyai keunggulan di bidang jaringan, karena selain bisa menjadi   client juga bisa menjadi server pada saat yang bersamaan. Hal ini sangat   membantu, terutama bagi para programmer dan webmaster yang membutuhkan   penggunaan server. Terutama bagi mereka yang menggunakan apache, cgi dan php.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selain itu Linux juga memiliki kelebihan untuk bisa   berhubungan dengan sistem operasi lainny, seperti: Windows 9.x, Windows ME,   Windows 2000, Windows XP, Mac OS, Amiga, Atari, Sun, dan keluarga Unix   lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Segala kelebihan tersebut di atas tentunya akan sia-sia   jika kita tidak bisa menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan   komputer lainnya. Untuk itu, penulis mencoba memberikan sedikit tips untuk   menghubungkan komputer Linux kita dengan jaringan komputer lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dalam artikel ini, penulis membahas setting jaringan   dengan metoda konvensional, dengan alasan:</p>
<p class="MsoNormal">
<ul>
<li class="MsoNormal">Setting jaringan pada        setiap distribusi berbeda antara satu dan lainnya.</li>
<li class="MsoNormal">Agar kita tidak        menjadi manja dan menjadi bodoh dengan setting konfigurasi yang serba        otomatis, sebagaimana sistem operasi lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</li>
<li class="MsoNormal">Capek nulisnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</li>
<li class="MsoNormal">Pada saat menulis        artikel ini, penulis menggunakan SuSE Linux 7.0, jadi jika ternyata ada        perbedaan nama directory mohon dimaklumi. Karena aku tidak bisa hidup        tanpa SuSE <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</li>
<li class="MsoNormal">Penulisan ini        berdasarkan pengalaman penulis sendiri, dari mulai tidak bisa menjadi        tidak tahu. Untuk itu bila ada kekurangan harap maklum, karena        diperuntukkan bagi mereka yang masih pemula <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                                                   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/xp_pro/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" border="0" alt="Jaringan Multiplatform" width="32" height="32" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><em>Gambar 1. Jaringan Multiplatform</em></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<h3>Article</h3>
<p class="post-meta">Author: <a title="Posts by Arry Rahmawan" href="http://ilmukomputer.com/author/arry-rahmawan/">Arry Rahmawan</a> | Published: 31st March 2007<br />
Category: <a title="View all posts in Linux Dasar dan Opensource" href="http://ilmukomputer.com/category/linux-dasar-dan-opensource/">Linux Dasar dan Opensource</a> | Popularity: 15%</p>
<p>Siapa yang belum tahu Mandriva Linux? Siapa yang belum tahu Open Suse? Siapa yang belum tahu Red Hat? Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia komputer, khususnya Linux, maka nama-nama itu sudah tidak asing lagi di telinga. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya, Linux memiliki sejarah yang cukup panjang perjalanannya?</p>
<p>UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang mengawali lahirnya Linux ke dunia ini. UNIX merupakan salah satu sistem operasi yang ada saat ini. Adapun UNIX merupakan salah satu sistem operasi populer selain keluarga raksasa Microsoft (mulai dari DOS, MS 9x sampai Vista), Novell, OS/2, BeOS, MacOS dan lainnya.</p>
<p>Sejarah kemunculan UNIX dimulai pada tahun 1965 ketika para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&amp;T, bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama <em>Multics</em>(sudah pernah dengar belum?). Nah, sistem operasi <em>Multics </em>ini awalnya didesain dengan harapan akan menciptakan beberapa keunggulan, seperti multiuser, multiprosesor, dan multilevel filesystem. Namun pada tahun 1969, AT&amp;T akhirnya menghentikan proyek pembuatan <em>Multics </em>karena sistem operasi <em>Multics </em>ini sudah tidak memenuhi tujuan semula. Dengan kata lain, proyek ini mengalami hambatan karena dalam kenyataannya <em>Multics </em>banyak terdapat <em>bugs </em>dan sulit sekali dioperasikan.</p>
<p>Beberapa programmer Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi tetap meneruskan proyek pengembangan <em>Multics. </em>Dan akhirnya sampailah pada sebuah sistem operasi generasi penerus dari <em>Multics </em>bulan Januari 1970 yang diberi nama UNIX.</p>
<p>Adapun generasi baru Multics ini memiliki lebih banyak keuggulan dibandingkan saudara tuanya. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics (tidak sama). UNIX akhirnya memiliki keunggulan seperti yang diharapkan pada awal penciptaannya. Yaitu:</p>
<p>1. Multilevel Filesystem</p>
<p>2. Multiuser dan Multiprosesor</p>
<p>3. Desain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware</p>
<p>4. Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus</p>
<p>5. Memiliki user interface yang sederhana</p>
<p>6. Cocok untuk lingkungan pemrograman</p>
<p>7. Memiliki utilitas yang dapat saling digabungkan</p>
<p>Setahun setelahnya, UNIX dapat dijalankan pada komputer PDP-11 yang memiliki memory 16 KB dan sebuah disk berukuran 512 KB. Pada waktu itu source codenya UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assembler). Kemudian pada tahun 1973, source code UNIX ditulis ulang dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchie.</p>
<p>Tujuan Mr. Ritchie mengubah source code UNIX ke dalam bahasa C tak lain dan tak bukan karena bahasa C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Dengan dirubahnya source code ke dalam bahasa C, maka UNIX dapat dikembangkan dan dikompilasi ulang ke berbagai jenis komputer. Sejak saat itu dibuatlah berbagai macam varian UNIX yang sengaja didesain untuk jenis komputer tertentu.</p>
<p>Setahun kemudian, karena merasa UNIX sudah cukup matang, maka Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX. Ternyata UNIX mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari lingkungan perguruan tinggi. Dan UNIX lah yang menjadi sistem operasi favorit di lingkungan perguruan tinggi.</p>
<p>Awalnya, sistem operasi UNIX ini didistribusikan secara gratis di dunia pendidikan, namun setelah banyak digunakan oleh korporasi industri dan bisnis (karena kehandalannya menangani bidang jaringan (<em>networking)</em>, UNIX akhirnya diperdagangkan dan dipatenkan). Dalam perkembangan selanjutnya, UNIX dan varian-variannya yang dikomersialkan menjadi suatu sistem operasi yang cukup mahal pada saat itu(namun ada beberapa yang gratis karena dikembangkan dengan semangat openSource), hal ini disebabkan karena kestabilan, mampu mengerjakan program multitasking dan dapat digunakan oleh beberapa user secara bersamaan.</p>
<p>Adapun varian UNIX yang dikomersialkan dan populer karena kehandalannya seperti BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV(1983), UnixWare dan Solaris 2(1988), dan lainnya. Dan yang dikembangkan dengan semangat openSource atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Mnix, Hurd</p>
<p>Dari tadi ngomongin UNIX mulu, Linuxnya di mana? Oke, oke. Kita mulai…..</p>
<p>Kenal Linus Torvalds kan? Linus dilahirkan di Helsinki, Finlandia pada tanggal 28 Desember 1969. Orang yang disebut sebagai Bapak Linux(LINus UniX) ini, sudah mengenal bahasa pemrograman pada umurnya yang ke 10. Saat itu ia sering mengutak-atik komputer kakeknya, Commodore VIC-20. Karena hobinya dalam dunia komputing, 1988 Linus diterima di Univerity of Helsinki dan pada tahun 1990, Linus memulai kelas pemrograman C pertamanya. Pada tahun 1991, Linus tidak puas terhadap sistem operasi yang ada pada PC pertamanya (MS-DOS atau Disk Operation System), OS buatan Microsoft.</p>
<p>Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX seperti yang dipakai komputer milik universitasnya. Akhirnya ia mengganti sistem operasi openSource Minix yang berbasiskan UNIX. Adapun Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan.</p>
<p>Namun Linus merasa bahwa Minix masih memiliki banyak kelemahan. Dan mulai saat itu, di usianya yang ke-23, Linus mulai mengutak-atik kernel Minix. Dan ia mulai mengembangkan sistem yang kompatibel dengan IBM PC. Pada bulan Agustus 1991, lahirlah Linux 0.01 hasil oprekan Linus, dan pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan Linux 0.02 yang hanya dapat menjalankan BASH dan gcc compiler. Selain itu, Linus juga mempublikasikan sistem operasi buatannya tersebut lengkap dengan source codenya, yang ternyata disambut dengan sangat antusias oleh para programmer dan developer di seluruh dunia agar dapat di develop bersama-sama.</p>
<p>Sampai saat ini, Linux dibangun oleh berbagai macam komunitas dan jangan heran apabila banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang gratis, dari untuk pemula sampai tingkat lanjut, dan biasanya dengan banyaknya distro Linux yang beredar akan membuat orang awam bingung untuk memilih distro. Bayangkan, ada beratus-ratus distro yang tercipta atau bahkan beribu-ribu. Namun perlahan tapi pasti, diantara distro-distro Linux ini ada yang menyamai (atau bahkan) melebihi kemampuan dari Sistem Operasi keluarga raksasa (Microsoft) dan dengan semakin mudahnya dan semakin lengkapnya dukungan Linux pada hardware, besar kemungkinan Linux akan menjadi alternatif (atau bahkan sistem operasi utama di dunia). InsyaAllah bila tidak ada halangan, saya akan memberikan tips-tips memilih distro Linux.</p>
<p class="MsoNormal">
<p>PERINTAH DASAR LINUX<br />
Wah kalo udeh masuk ke halaman ini berarti udeh sukses menginstal yach….hebat dong,<br />
nah untuk pertama kali barangkali kita harus menyiapkan user baru dulu nich, selain root, karena apa, kalo kita baru pertama kali pegang barang baru biasanya kita selalu experimen kiri-kanan, dan ini berbahaya apa lagi anda lagi login sebagai root, nah biar aman kita main yang sebagai pengguna biasa-biasa saja nah untuk itu kita harus mempersiapkan user login lain selain root. kita ambil contoh user andi caranya gini nih :, karena yang bisa mempersiapkan/membuat hanyalah root makanya anda harus login dulu sebagai root</p>
<p>Sebelumnya untuk diketahui bahwa dalam unix, perintah atau command adalah case sensitiv, yang berarti harus di perhatikan penggunaan huruf besar dan kecilnya.</p>
<p>Pertama kali booting linux temen-temen disuguhi selamat datang dan berakhir pada text prompt seperti ini :</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login :</p>
<p>Nah pada prompt ini masukkan nama root, dan passwordnya ini anda masih ingat khan waktu instalasi pertama kali .</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login :root</p>
<p>setelah itu melangkah ke password</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login :root<br />
Password: ******* isikan passwordnya</p>
<p>jika anda menemukan prompt seperti ini :</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login :root<br />
Password: *******<br />
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1<br />
[root@localhost /root] #</p>
<p>berarti ente udeh berhasil login sebagi root<br />
nah pada tanda # itu menandakan anda login sebagai root dan berkuasa penuh terhadap sistem, pada saat ini anda telah siap untuk menambah user baru dengan perintah adduser ,sebagai beikut ; misalnya namanya andi</p>
<p>[root@localhost /roo]t # adduser andi</p>
<p>setelah itu tambahkan password buat andi dengan perintah passwd</p>
<p>[root@localhost /root] # passwd andi</p>
<p>setelah itu akan muncul tulisan seperti berikut untuk mengisi password dan konfirmasi password<br />
root@localhost root # passwd andi<br />
New Unix Password : ******* , isikan password disini<br />
Retype new unix password : ********, ini isikan sama dengan yang diatas</p>
<p>kemudian kalo muncul :</p>
<p>passwd: all authentification tokens updated succesfully</p>
<p>Berarti anda udeh sukses membuat user dan password baru buat user andi.</p>
<p>sekarang keluar dari root dengan cara menuliskan logout atau Ctrl -D (tekan tombol Ctrl lalu D)</p>
<p>[root@localhost /root] # logout</p>
<p>catatan : cara mematikan mesin linux harus dilakukan dengan login root , lakukan perintah ini untuk mematikan linux<br />
[root@localhost /root] # shutdown -h now<br />
ini adalah cara paling aman untuk mematikan komputer lewat linux, parameter -h adalah mematikan program linux atau shutdown dalam istilah windows<br />
[root@localhost /root] # shutdown -r now adalah parameter untuk merestart komputer</p>
<p>kita lanjutkan , dan tampilan akan seperti ini dibawah ini sama seperti yang diatas :</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login : andi<br />
Password: *******, isikan passwordnya andi</p>
<p>anda akan melangkah ke :</p>
<p>Redhat Linux release 6.0 (hedwig)<br />
Kernel 2.2.5-15 on an i586<br />
localhost login : andi<br />
Password: *******<br />
last login : mon jun 7 16:53:21 on tty1<br />
[andi@localhost andi] $</p>
<p>Selamat anda telah berhasil memakai user baru. dan anda bisa mulai belajar dengan aman dan lihat bash prompt anda berubah menjadi tanda $. yang berarti anda login sebagai user biasa.</p>
<p>Sekarang kita belajar Perintah dasar yang sering digunakan oleh user :</p>
<p>BEBERAPA PERINTAH DASAR</p>
<p>- ls (list) adalah perintah untuk melihat file ataupun direktory, ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake<br />
perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ ls -la<br />
ini adalah melihat seluruh isi file yang ada dalam direktory andi<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk ls dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man ls</p>
<p>- cp (copy) adalah perintah untuk mencopy/menggandakan file ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake<br />
perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ cp namafile namafilebaru<br />
ini adalah melihat mencopy file namafile dan dijadikan namafilebaru yang ada dalam direktory andi<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cp dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man cp</p>
<p>- rm (remove) adalah perintah untuk menghapus file , ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah<br />
man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ rm namafile<br />
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rm dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man rm</p>
<p>- mv (move) adalah perintah untuk memindahkan file dari tempat lama ke tempat yang baru ,ada beberpa option<br />
didalamnya bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ mv /home/andi/direktory001/namafile /home/andi/direktor002/namafile<br />
ini adalah memindahakan namafile di direktory /home/andi/direktory001/ ke directory<br />
/home/andi/direktor002/<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mv dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man mv</p>
<p>- pwd (parrent working directory) adalah perintah untuk menghapus melihat directory dimana kita berada saat ini<br />
ada beberpa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ rm namafile<br />
ini adalah melihat menghapus sebuah file yang ada dalam direktory andi, dan bernama namafile<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk pwd dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man pwd<br />
- cd (change directory) adalah perintah untuk berpindah directory dimana kita berada saat ini ke tempat<br />
atau directory baru, ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ cd /mnt atau cd /usr/doc<br />
ini adalah berpindah ke dalam direktory /mnt dan berpindah ke dalam direktory /usr/doc<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk cd dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man cd</p>
<p>- mkdir (make directory) adalah perintah untuk membuat directory<br />
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ mkdir /home/andi/belajar<br />
ini adalah membuat direktory baru yang diletakkan di direktory /home/andi/ dan dengan nama belajar<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man mkdir</p>
<p>- rmdir (remove directory) adalah perintah untuk menghapus directory<br />
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ rmdir /home/andi/belajar<br />
ini adalah menghapus direktory yang berada di direktory /home/andi/ dengan nama belajar<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk rmdir dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man rmdir</p>
<p>- cat adalah perintah untuk melihat lebih lanjut isi dari sesuatu file (seperty perintah type dalam DOS)<br />
ada beberapa option didalamnya dan bisa dilihat pake perintah man<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ cat namafile<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk mkdir dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man cat</p>
<p>- man (manual) adalah perintah untuk melihat manual dari suatu command (seperty perintah help/? dalam DOS)<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ man mkdir</p>
<p>- top adalah untuk melihat proses yang sedang terjadi dalam komputer dan akan menampilkan nomor PID dari<br />
masing masing proses yang sedang berjalan<br />
PID = Process ID</p>
<p>- kill membunuh/mematikan proses yang sedang berlangsung dalam sistem<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ kill 1332 (dimana nomor 1332 adalah nomor PID dari sebuah proses)<br />
dapat dilihat nomor PID lewat perintah top<br />
ingin mengetahui bentuk lebih lanjut coba jalankan perintah manual untuk kill dengan cara :<br />
[andi@localhost andi] $ man kill</p>
<p>- killall membunuh/mematikan semua proses yang sedang berlangsung dalam sistem<br />
contoh :<br />
[andi@localhost andi] $ killall</p>
<p>segitu dulu dech…….aku udeh pegal nulis,….entar disambung lagi kalo ada hi…hi…hi…, namanya juga belajar !</p>
<p class="com">
<h2><a href="http://kplirap.wordpress.com/2008/01/05/dasar-dasar-linux/">Dasar-dasar Linux</a></h2>
<p>Linux terinspirasi oleh sistem operasi Unix yang pertama kali muncul pada tahun 1969, dan terus digunakan dan dikembangkan sejak itu. Banyak dari konvensi disain untuk Unix juga ada pada Linux, dan adalah bagian penting untuk memahami dasar-dasar dari sistem Linux.Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salvyaherlina.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salvyaherlina.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salvyaherlina.wordpress.com&amp;blog=2769991&amp;post=5&amp;subd=salvyaherlina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salvyaherlina.wordpress.com/2008/04/29/perintah-dasar-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fc3facfd1e6eee62a5e681c9b412ebb8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sherin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
